ketindihan saat tidur




ketindihan saat tidur
Penyebab ketindihan Saat Tidur

Hallo sobat jumpa lagi dengan saya,  disni saya akan menjelaskan faktor penyebab seseorang bisa ketindih pada saat tidur. pada saat tidur nyenyak kita pasti akan terasa ketindih, semua orang juga pasti pernah mengalami nya ketindihan saat tidur, sobat jangan mengaku tidak pernah ya. Hehe!! 

Hampir semua orang pernah mengalami fenomena seperti ditindih. Saat ketindihan kita akan merasa tidak bisa bergerak, berteriak, apalagi terbangun. Panik pun menyerang karena seolah akan mati. Kenapa bisa seperti itu??? Inilah penyebab ketindihan saat tidur .

Ketindihana atau “dierep-erep” dalam bahasa medis disebut dengan sleep paralysis atau lumpuh saat tidur. Penyebabnya tersebut sebenarnya akibat kita kurang tidur secara ekstrem," yang saya kutip dari ungkapan dr.Andreas Prasadja RPSGTspesialis tidur, dan Ia menjelaskan, ada beberapa tahapan tidur yang normal terdiri dari: 
  • Tidur ringan
  • Sedang
  • Dalam
  • Dan tidur mimpi
Tahapan tidur mimpi (REM) ini adalah yang terpenting bagi otak manusia.
Kalau kita kurang tidur, misalnya 2-3 hari begadang, maka malam berikutnya kita akan tidur panjang. Ini adalah mekanisme tubuh untuk memenuhi kebutuhan tidur. Istilahnya adalah REM rebound. Dan ketika kita kurang tidur ekstrem, bisa terjadi saat tidur kita langsung masuk ke tahap tidur mimpi. Dalam tahapan tidur ini, otot-otot berada dalam kondisi yang sangat lemah, ini adalah mekanisme alami supaya badan kita tidak bergerak-gerak mengikuti mimpi. 

Secara garis besar, ada dua hal khas yang biasanya terjadi akibat kita langsung masuk ke tahap REM:  
  •  halusinasi dan ketindihan
Kalau ekstrem sekali kurang tidurnya, akan terjadi tumpang tindih gelombang otak terjaga dan mimpi. Jadi setengah sadar dan setengah mimpi. Karena setengah sadar ini biasanya akan terjadi halusinasi.

Jenis halusinasi nya berbeda-beda sesuai dengan budaya, tapi menurut Andreas, hampir semuanya melihat sosok lain di kamar. “Kalau masyarakat kita biasanya melihat sosok hitam atau hantu, tapi kalau di budaya barat ada yang melihat alien, dan sebagainya. 
  •  sementara ketindihan
Saat kita setengah tidur dan setengah mimpi, otak sebenarnya sudah keluar dari fase REM, tapi tubuh masih seperti lumpuh. Tidak bisa menggerakkan tubuh, bahkan untuk sekedar berteriak, tentu menimbulkan rasa panik. Ditambah lagi kita berhalusinasi melihat sosok lain di kamar tidur yang dikira hantu.

Yang perlu kita ketahui, lumpuh saat tidur atau ketindihan tidak membahayakan nyawa. "Kalau hanya terjadi sekali-sekali, luangkan waktu yang cukup untuk tidur," kata Andreas. Tapi jika ketindihan sering di alami, ada baiknya kita pergi ke dokter. Bisa-bisa kita sedang dilanda kurang tidur parah. “Padahal fase tidur REM itu sangat penting manfaatnya untuk otak, baik untuk kecerdasan, mental, dan emosional. 

Sekian dulu posting kali ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat semua. 
 

Share Google URL Shortener: Get Short URLloading short url

Bila Anda merasa memang artikel-artikel di blog ini bisa bermanfaat, maka Anda bisa membantu memberikan donasi melalui Paypal Dana hasil dari donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain mizipedia.com - Terima kasih.



Comment Policy Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments

Peraturan Berkomentar di mizipediacom
1. Berkomentarlah dengan Relevan dan Sopan
2. Jangan Spam
3. Tidak Porn dan Sara
4. Berkomentar dengan link tanpa relevan maka akan otomatis terhapus
5. Semua komentar pasti akan saya baca dan dibalas. Show Emoticon. Klik ==>


Join on this site

with Google Friend Connect