Dampak Di Batasi Medsos Kejadian 22 Mei, Pedagang Online Terkena Imbasnya Dampak Di Batasi Medsos Kejadian 22 Mei, Pedagang Online Terkena Imbasnya - mizipediacom mizipediacom: Dampak Di Batasi Medsos Kejadian 22 Mei, Pedagang Online Terkena Imbasnya

Iklan Semua Halaman

Dampak Di Batasi Medsos Kejadian 22 Mei, Pedagang Online Terkena Imbasnya

Sabtu, 25 Mei 2019



Pegawai Negeri Sipil (PNS) mereka sudah mendapatkan tunjangan Hari Raya (THR)  dan sejumlah perusahaan swasta sudah cair sejak Jumat 24 Mei. Tingkat konsumsi masyarakat biasanya meningkat setelah menerima THR.

Namun siapa sangka kebijakan pemerintah pada saat ini telah membatasi aktivitas  untuk berselancar di dunia media sosial (medsos). Sayang nya keputusan yang di diambil pemerintah malah membuat masyarakat yang terkena imbas dari aksi 22 Mei, guna mencegah beredarnya informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang CSR dan Persaingan Usaha Suryani Motik pun meminta pemerintah segera mungkin untuk membebaskan kembali akses medsos agar pedagang online bisa berjualan lagi seperti normal.

"Kita berharap pada kesempatan ini pemerintah cepat untuk mengambil kebijakan, yang namanya Facebook, Instagram, tolong segera dihidupkan balik lagi karena kasihan, WhatsApp juga. Karena banyak penjualan UKM dari situ. Kasihan jadinya kesempatan mereka untuk meraup rezeki sekarang ini jadi agak terhambat," katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Kegiatan jual beli di medsos terhambat dan akibatnya pedagang online kesulitan mengunggah foto-foto barang dagangannya karena aksesnya dibatasi pemerintah.

"Karena mereka tidak bisa upload produk-produknya, pesanan-pesanannya," sebutnya. Tentu kondisi saat ini disayangkan, padahal setelah THR cair menjelang Lebaran pendapatan pedangang usaha seharusnya bisa naik khususnya untuk bahan makanan dan minuman, serta pakaian. Itu dikarenakan kemampuan beli masyarakat setelah menerima THR juga menjadi dua kali lipat.

"Dan kita berharap juga buat teman-teman ini karena kesempatan buying purchasing power-nya cukup tinggi, kemampuan membelinya besar karena ada THR," tambahnya. (ara/ara) dikutp dari finance.detik.com.

Baca Juga