Banda Aceh Sepi Jelang Lebaran 2019 Banda Aceh Sepi Jelang Lebaran 2019 - mizipediacom mizipediacom: Banda Aceh Sepi Jelang Lebaran 2019

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Banda Aceh Sepi Jelang Lebaran 2019

Wednesday, June 5, 2019




BANDA ACEH -Menjelang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah yang di Indonesia jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019, keadaan Kota Banda Aceh sepi.
Jalan-jalan protokol, seperti Jalan Teuku Nyak Arief, Tgk Daud Beureueh, Teuku Umar, dan Jalan Ali Hasjmy terlihat sepi sejak pagi hingga siang ini.
Kendaraan yang berlalu lalang dapat dihitung dengan jari. Itu pun umumnya mobil pribadi dan sepeda motor dari arah Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam menuju ke pusat Kota Banda Aceh. Dari arah kota ke Darussalam jumlah kendaraan yang melintas lebih sedikit lagi.
Halte-halte Transkoetaradja yang berada di sepanjang Jalan Teuku Nyak Arief dan Tgk Daud Beureueh juga tampak sepi. Tak ada calon penumpang yang duduk menunggu seperti biasanya karena memang bus-bus Transkoetaradja tak terlihat beroperasi.

Truk-truk sampah yang biasanya sejak pagi berwara-wiri di Kota Banda juga sangat jarang terlihat. Malah di depan Pasar Lamnyong, tumpukan sampah di empat boks besar penampungan
belum terangkut hingga pukul 15.00 WIB.
Toko juga banyak yang tutup, kecuali di kawasan pecinan, Peunayong, banyak yang masih buka. Apakah itu toko kue, kelontong, maupun toko bangunan, dan bengkel-bengkel mobil. Tapi toko ATK, toko handphone, toko roti, dan salon umumnya tutup.
Pusat-pusat kebugaran (gym), maupun tempat pijat refleksi semuanya tutup. Demikian pula kafe, warung, dan restoran. Mayoritas kafe bahkan sudah mengosongkan terasnya dari kursi dan meja yang biasanya ditempati para pengunjung.
Pemandangan seperti ini terlihat di 3 in 1 Cafe, Quantum, Cocomix Cafe, Bin Hamid Cafe, GH Corner, Kelsy, Canai Mamak KL, Johor Resto, Pacific Resto, Horas Coffee, dan sejumlah kafe lainnya di sepanjang Jalan Teuku Panglima Nyak Makam atau kawasan Hotel Hermes Palace sebagai pusat kuliner terpadat di Banda Aceh.
Hotel Hermes pun yang biasanya selalu ramai dengan tamu atau berbagai acara, hari ini terlihat sepi. Pada pukul 14.30 WIB hari ini hanya empat mobil yang terlihat parkir di depannya. Biasanya, areal parkir selalu penuh sesak.
Pemandangan yang kurang lebih sama juga terlihat di depan Hotel Kyriad di kawasan Simpang Lima Banda Aceh. Areal parkir Hotel Sulthan di kawasan Peunayong juga terlihat sepi dari kendaraan.
Usaha cuci kendaraan (doorsmeer) pun hampir seluruhnya tutup, terutama karena para pekerjanya sudah mudik. Hanya satu doorsmeer yang terlihat buka di kawasan Lambhuk. Itu pun beroperasi hingga pukul 13.00 WIB.
"Kami hanya buka setengah hari karena para pekerja mau pulang kampung," kata manajernya. Beberapa mobil yang datang telat tak lagi dilayani.
Hanya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terlihat seluruhnya buka hari ini. Namun, jumlah kendaraan yang mampir isi minyak terbilang minim. Hanya di SPBU Lambhuk yang terlihat agak ramai. Sekitar 30 mobil antrean untuk mendapatkan premium (bensin), sedangkan di SPBU Jeulingke, Lamnyong, Gampong Mulia, dan Luengbata tak terlihat antrean panjang seperti kemarin atau dua hari lalu.
Kantor Pos dan Giro Banda Aceh di Kuta Alam juga tutup. Padahal kemarin, ribuan pensiunan bejibun di kantor ini untuk mengambil uang pensiun.
Makin ke Darussalam semakin sepi karena puluhan ribu mahasiswa plus ratusan dosen Unsyiah, UIN Ar-Raniry, dan STIK Pante Kulu yang mayoritas kos di Darussalam semuanya pada mudik. Sekolah-sekolah malah sudah lebih lama libur. Guru dan muridnya yang kebetulan berasal dari luar Banda Aceh pada mudik.
Kantor-kantor pemerintahan malah sejak Senin kemarin sudah terkunci rapat pagarnya karena para pegawai cuti Lebaran. Begitupun Bank Aceh Syariah buka terbatas di berbagai penjuru untuk melayani para aparatur sipil negara (ASN) mengambil gaji pada tanggal 1 atau 2 Juni 2019.
Selain Peunayong dan Pasar Aceh, kondisi Banda Aceh hari ini sepi absolut atau sepi yang sebenarnya, karena hampir separuh dari 259.931 penduduknya mudik. Ramainya warga yang mudik juga berdampak pada sepinya pembeli daging sapi atau kerbau pada meugang hari kedua. Kemarin justru lebih ramai, seperti terlihat di Peunayong, Seutui, dan Beurawe.
Harga daging sapi untuk kebutuhan mak meugang hari pertama dan kedua di Banda Aceh berkisar antara Rp 170.000-Rp 180.000/kg. Di beberapa tempat malah dijual Rp 140.000 atau Rp 150.000 per kg, seperti di Cot Irie, Aceh Besar atau di Jalan Gabus, Lampriek, Banda Aceh, tapi itu harga operasi pasar yang dilakukan lembaga tertentu, misalnya Dinas Pangan atau Disperindag Aceh.
Sementara itu, di pinggir-pinggir jalan mulai banyak terlihat spanduk dan baliho ucapan Idulfitri dari berbagai lembaga atau instansi. Di antaranya dari Pemerintah Aceh dan Pemko Banda Aceh.
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Drs Zainal Arifin malah sudah siap untuk menyambut tamu Lebaran untuk open house besok di rumah pribadinya di kawasan Lambhuk.
Di sekeliling rumah itu sudah didirikan taratak untuk menaungi tamu dalam jumlah yang lebih besar.
Hal yang sama juga terlihat di rumah pribadi Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman MH, kawasan Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.
"Kita pasang taratak supaya tamu lebih leluasa makan di taman," kata Haizir.
Meski berasal dari Aceh Selatan, tapi Dirut Bank Aceh Syariah (BAS) ini tak mudik kali ini. Selain harus menjamu ratusan karyawannya yang akan bersilaturahmi saat open house hari pertama Lebaran, Haizir juga harus memonitor operasional BAS pada awal Lebaran di seluruh Aceh dan Medan dari Banda Aceh.
Lain lagi penyebab Dr Nasrullah RCL tak mudik.
"Mau mudik ke mana? Wong kampung saya memang di sini kok," kata Dosen Fakultas Teknik Unsyiah yang kelahiran Kopelma Darussalam, Banda Aceh ini.
Lihat Juga