Dishub Kota Banda Aceh akan Terapkan Pembayaran Non Tunai Dishub Kota Banda Aceh akan Terapkan Pembayaran Non Tunai - mizipediacom mizipediacom: Dishub Kota Banda Aceh akan Terapkan Pembayaran Non Tunai










KATEGORI

LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Dishub Kota Banda Aceh akan Terapkan Pembayaran Non Tunai

Sabtu, 15 Juni 2019




Laporan Misran Asri | BANDA ACEH - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh akan menerapkan sistem elektronifikasi dalam penerimaan retribusi. Tahap awal, elektronifikasi ini akan diterapkan pada penerimaan retribusi saat masuk di Pelabuhan Ulee Lheue dan terminal L300 di Luengbata, melalui gate pass system.
Kadishub Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot MSi, kepada Serambinews.com Jumat (14/6/2019) mengatakan, penerapan sistem elektronifikasi dalam penerimaan retribusi itu bertujuan untuk mencegah pungutan liar (pungli).
Lalu, sistem dimaksud juga untuk menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang merupakan salah satu poin dalam MoU antara Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dengan Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu.
"Ini juga bertujuan agar masyarakat mampu memanfaatkan perubahan zaman yang juga sejalan dengan program smart city Kota Banda Aceh yang terus dikembangkan Wali Kota Aminullah Usman," kata Muzakkir.
Selain itu yang paling penting adalah sistem ini untuk mencegah pungli. Karena, tidak ada pembayaran uang kontan kepada petugas yang menerima retribusi, baik di pelabuhan Ulee Lheue maupun di terminal L300 Luengbata melalui gate pass system.
"Setelah di dua tempat itu, pola penerimaan retribusi ini akan kita lanjutkan di tempat-tempat lainnya," ungkap Muzakkir Tulot.
Di dalam implementasi menggunakan uang elektronik dari perbankan ini, akan difasilitasi oleh BI. Tapi, untuk tahap awal pada bulan 7 dilaunching dan diuji coba dengan menggunakan payment gatewayberbasis server atau uang elektronik, sebut Kadishub Muzakkir.
Ia pun menerangkan dalam implementasinya nanti di lapangan, semua transaksi penerimaan retribusi saat masuk diwajibkan melalui non tunai.
"Tentunya ini bertujuan untuk transparansi dalam penerimaan retribusi, sehingga setiap terjadinya transaksi secara real time akan ada notifikasi kepada pimpinan, baik itu kepada kadishub atau wali kota, sehingga proses pengawasan jadi lebih mudah. Nanti juga akan dsediakan stan untuk pengisian saldo (top up) dan kartu uang elektronik," pungkas Kadishub, Muzakkir Tulot.(*) Dilansir Serambinews.com
Lihat Juga