Lowongan Kerja di Jepang, Ada 345.150 Lowongan dengan 4 Kriteria Lowongan Kerja di Jepang, Ada 345.150 Lowongan dengan 4 Kriteria - mizipediacom mizipediacom: Lowongan Kerja di Jepang, Ada 345.150 Lowongan dengan 4 Kriteria

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Lowongan Kerja di Jepang, Ada 345.150 Lowongan dengan 4 Kriteria

Sunday, 30 June 2019



Ilustrasi: Lowongan Kerja di Jepang, Ada 345.150 Lowongan dengan 4 Kriteria, Gaji Bisa Sampai 5 Kali Lipat
Kabar bahagia bagi masyarakat Indonesia dimana Jepang kini membuka lowongan kerja sebanyak 345.150 lowongan.
Adanya lowongan kerja di Jepang ini merupakan hasil dari kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang untuk mencari pekerja umur produktif.
Adapun kelebihan lainnya yang ditawarkan yakni tentang gaji yang ditawarkan yang disebut-sebut bisa sampai lima kali gaji di tanah air.
Melansir Kompas.com dari artikel berjudul Ini 14 Pekerjaan yang Dibutuhkan Jepang dari Tenaga Kerja Indonesia, duta besar Indonesia di Jepang menuturkan keterangannya.

Kesepakatan yang terjalin antara pemerintah Indonesia dan Jepang ini merupakan usaha pemerintah Negeri Sakura untuk memenuhi kuota pekerja umur produktif.
Adapun kesepakatan tersebut resmi terjalin dengan ditandatanganinya Memorandum of Cooperation (MoC) oleh Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia, Mr Masafumi Ishii.
" Kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja usia produktif di Jepang. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk mengisi jabatan-jabatan di sektor formal yang banyak dibutuhkan di Jepang,” ujar Hanif seperti dilansir Kompas.com (25/6/2019).
Melansir kompas.com, Jepang sedang mengalami kekurangan tenaga kerja di usia produktif sehingga membutuhkan pekerja dari negara lain.
Maka dari itu, sebanyak 345.150 kuota lowongan dibuka untuk calon tenaga kerja Indonesia.
Namun, tidak sembarang pelamar bisa menikmati bekerja di jepang, melainkan hanya mereka yang memiliki spesifikasi khusus atau Specified Skilled Worker (SSW) untuk bekerja di Jepang.
Setidaknya ada 14 sektor pekerjaan di Jepang yang membukalowongan dan membutuhkan tenaga kerja asing SSW.
14 sektor pekerjaan etrsebut anatara lain:
1. Care worker
2. Building Cleaning Management
3. Machine Parts and Tooling Industries
4. Industrial Machiner
5. Industry Electric
6. Electronics
7. Information Industries Construction Industries Shipbuilding and Ship Machinery Industry
8. Automobile repair and maintenance
9. Aviation Industry
10. Accomodation Industry
11. Agriculture
12. Fishery and Aquaculture
13. Manufacture of Food and Beverages
14. Food service industry
Hanif menuturkan, Kemnaker sendiri tengah fokus menggenjot peningkatan kompetensi SDM melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Usaha optimalisasi ini dilakukan agar lulusan BLK mampu bersaing di dunia industri, baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk di Jepang.
Untuk mencapai target penempatan 70 ribu tenaga kerja ke Jepang , Hanif juga mengajak keterlibatan pihak swasta dalam hal persiapan calon tenaga kerja Indonesia.
Hal itu dapat dilakukan melalui penyelenggaraan program pelatihan keterampilan kerja maupun pelatihan Bahasa Jepang. “Ke Jepang itu masalah yang terberat itu bahasa,” kata Hanif.
Untuk perihal gaji, tentu akan berbeda dengan gaji tenaga kerja di Indonesia.
Gaji yang akan ditawarkan untuk tenaga kerja Indonesia jika bekerja di Jepang disebut-sebut bisa mencapai 4 hingga 5 kali lipat dibandingkan gaji bekerja di negeri sendiri.
Hal tersebut ditentukan atas dasar biaya hidup di Jepang yang memang lebih tinggi dibandingkan di Indonesia.
Untuk menjadi tenaga kerja di Jepang, tentu ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat melamar lowongan tersebut.
1. Kategori pertama
Kategori pertama yang mendapatkan keuntungan lebih ketika melamar yakni mereka yang pernah magang di Jepang.
Bagi pelamar yang sudah memiliki pengalaman bekerja di Jepang, mendapatkan keuntungan sendiri karena sudah memahami bahasa Jepang.
2. Kategori Kedua
Kategori lainnya yang mendapatkan keuntungan lebih untuk bekerja di Jepang yakni mereka yang sedang melakukan kegiatan magang di negeri sakura tersebut.
Khusus calon pekerja dalam kategori pertama dan kedua, pelamar sudah tidak perlu menjalani tes bahasa karena sudah berpengalaman tinggal di Jepang.
Pasalnya, Bahasa Jepang konon termasuk sulit untuk dipelajari lantaran memadukan berbagai aksara kanji, hiragana, dan katakana.
3. Kategori Ketiga
Kategori ketiga adalah pelajar Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Jepang.
Untuk kategori ketiga, para pelamar masih akan dikenakan tes bahasa dan tes keterampilan agar dapat menjajal pengalaman baru bekerja di negeri sakura tersebut.
4. Kategori Keempat
Kategori terakhir adalah kategori newcommers atau pencari kerja dari Indonesia yang belum berpengalaman bekerja ataupun berkunjung ke Jepang.
Kategori keempat juga akan diberlakukan tes, hanya saja mungkin penerimaan bakal lebih ketat dibanding 3 kategori lain.
Jikapun berhasil diterima, calon pekerja juga akan mendapatkan kelas khusus untuk belajar bahasa dan keterampilan.
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Lihat Juga