Sebelumnya Di Bandung, Sekarang Giliran di Makassar Driver Ojol Pindah ke Gojek Sebelumnya Di Bandung, Sekarang Giliran di Makassar Driver Ojol Pindah ke Gojek - mizipediacom mizipediacom: Sebelumnya Di Bandung, Sekarang Giliran di Makassar Driver Ojol Pindah ke Gojek










KATEGORI

LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Sebelumnya Di Bandung, Sekarang Giliran di Makassar Driver Ojol Pindah ke Gojek

Kamis, 27 Juni 2019



Suasana di depan kantor Gojek Makassar Jl Sultan Alauddin Makassar - Dok Gojek
Aplikator ojek online GoJek terus kebanjiran mitra.
Setelah Bandung, hari ini giliran pengemudi ojek online (ojol) Makassar yang berpindah ke operator transportasi berbasis aplikasi tersebut.
Menurut pengakuan para driver yang dilansir GoJek kala itu, perpindahan tersebut akibat perusahaan Karya Anak Bangsa tersebut lebih banyak benefit dari pada pesaingnya.
Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Syamsuri Rahim mengatakan, fenomena perpindahan driver Grab ke Gojek itu bukanlah sesuatu hal yang baru.
"Itu masalah internal saja, bisa juga karena masalah kesejahteraan yang berbeda," kata Syamsuri via WhatsApp, Rabu (26/6/2019).
Menurutnya, perilaku para pengojek online tersebut sangat sensitif dengan layanan dan kesejahteraan. Mereka, akan mencari perusahaan ojek online yang bisa memberikan layanan dan kesejahteraan lebih baik.
"Operator transportasi berbasis aplikasi ini harus terus meningkatkan kesejahteraan para pengemudinya," katanya
Seperti diketahui, para driver ojek online Gojek sangat mengapresiasi langkah gerak cepat perusahaan, dalam menanggapi laporan mitra drivernya yang mendadak pingsan saat mengantar konsumen.
Melalui Satgas Laka Gojek langsung merespon cepat sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan.
Tidak hanya itu, Gojek juga menanggung biaya pengobatan korban.
Kepedulian Tinggi Mitra
Ketua Forum Driver Ojek Online Indonesia Muhammad Rahman Tohir menjadi bukti bahwa Gojek memiliki tingkat kepedulian tinggi kepada mitranya.
Dia mengapriasi bahwa langkah Gojek tersebut bukan hanya sebuah slogan, tapi adalah tindakan.
Terkait dengan Fenoma hijrahnya para driver ojol, Muhammad Rahman yang juga kerap dipanggil Cang Rahman mengatakan hal itu juga terkait dengan persoalan nereka yang merasa kesulitan dengan sistem pembayaran dari aplikator.
Menurut Cang Rahman, para driver lebih tertarik dengan sistem pembayaran Gojek dibandingkan kompetitor.
Dia mengungkapkan, pembayaran Gojek bisa diterima driver per hari.
Sedangkan kompetitor, pembayaran dilakukan dengan periode tertentu.
“Ini masalah teknis yang membuat teman-teman berbondong-bondong pindah ke Gojek,” katanya.
Cang Rahman berpendapat, teman-teman mitra driver juga merasa lebih aman bekerja dengan perusahaan yang dibangun oleh Nadiem Makarim tersebut.
Seperti kasus driver mitra Go-car yang mengalami kejang-kejang beberapa waktu lalu di Jakarta Selatan.
" Ini juga yang bikin teman-teman driver salut. Mereka tentu lebih ingin bekerja, mencari penumpang dengan aman. Langkah Tim Satgas Laka Gojek yang bergerak cepat dan penanggungan uang pengobatan yang cepat tentunya kami apresiasi,” katanya.
Kepedulian Gojek untuk Drivernya
Driver ojek online mengapresiasi langkah gerak cepat Gojek dalam menanggapi laporan mitranya yang mendadak pingsan saat mengantar customer.
Beberapa hari yang lalu, seorang driver Go-car mengalami kejang-kejang dan pingsan saat mengantarkan penumpang di Jakarta Selatan.
Untungnya, Wira Hadi seorang driver Go-car yang mengalami penurunan trombosit tersebut berhasil diselamatkan.
Pihak Gojek dan pihak Satgas Laka Gojek langsung merespon cepat sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan. Tidak hanya itu, Gojek juga menanggung biaya pengobatan korban.
Ketua Driver Ojek Online Indonesia Muhammad Rahman Tohir mengatakan, hal tersebut menjadi bukti bahwa Gojek memiliki tingkat kepedulian tinggi kepada mitranya. Dia mengapriasi bahwa langkah Gojek tersebut bukan hanya sebuah slogan, tapi adalah tindakan.
“Saya pribadi sangat mengapresiasi respon cepat manejemen Gojek karena ini menyangkut nyawa. Apalagi ini nyawa mitranya. Kalau tidak direspon cepat, bisa kita bayangkan apa yang terjadi,” kata Rahman dalam siaran persnya, Selasa (25/6/2019).
Dengan keberhasilan Gojek dalam menyelesaikan insiden tersebut, banyak mitra driver, termasuk dari Grab yang salut. Rahman mengatakan, hal tersebut membuat ribuan mitra driver ojek online di Grab pindah menjadi mitra Gojek.
Satgas Laka Gojek merespon cepat laporan driver yang kecelakaan. Tidak hanya itu, Gojek juga menanggung biaya pengobatan korban. (Dok. Gojek)
Dalam satu minggu terakhir, ada ribuan driver mitra yang migrasi dari Grab ke Gojek. Menurut Rahman, ini adalah salah satu apresiasi nyata para mitra driver kepada aplikator karya anak bangsa tersebut.
" Selain soal skema pembayaran Gojek yang lebih benefit dari pada Grab, teman-teman beralasan bahwa Gojek lebih menghargai drivernya. Jadi, kami tidak perlu khawatir lagi dalam bekerja,” katanya.
VP of Croporat Affairs PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) Michael Reza mengatakan, Gojek Indonesia memang memprioritaskan keamanan dan keselamatan, baik pelanggan maupun mitranya.
Dia juga turut mengapresiasi Satgas Laka Gojek yang telah bekerja cepat dan taktis. Sehingga situasi darurat yang menimpa mitra dapat diselesaikan dengan optimal.
“Kami juga mengapresiasi cutomer atas kesigapannya menghubungi Unit Darurat Gojek untuk dapat memberikan pertolongan lebih lanjut. Ini dapat menjadi contoh yang baik bagi penumpang ataupun driver lain, dalam menyikapi situasi darurat yang dihadapi saat berada di perjalanan,” kata Michel.
Gojek, lanjut Michael, senantiasa mengahadirkan layanan yang mampu menjawab solusi pengguna dan mitra driver.
Salah satunya layanan Unit Darurat yang telah menyelamatkan nyawa mitranya.
Unit Darurat Gojek merupakan layanan untuk merespon situasi emergency dengan cepat. Sehingga masyarakat dapat terus menggunakan layanan transportasi Gojek dengan aman dan nyaman.(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad
Lihat Juga