Waspada Perampokan Bersenjata di Medan, Pelaku Pura-pura Menjadi Seorang Polisi Waspada Perampokan Bersenjata di Medan, Pelaku Pura-pura Menjadi Seorang Polisi - mizipediacom mizipediacom: Waspada Perampokan Bersenjata di Medan, Pelaku Pura-pura Menjadi Seorang Polisi

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Waspada Perampokan Bersenjata di Medan, Pelaku Pura-pura Menjadi Seorang Polisi

Sunday, 30 June 2019



Ilustrasi : Foto paparan kasus pencurian bersenjata api di RS Bhayangkara Medan, Minggu (30/6/2019) 

Perampok bersenjata api rakitan kembali beraksi di Jalan Tuasan dekat Simpang Jalan Tempuling, Kecamatan Medan Tembung.
Tersangka Khairudin Ahmad Febri Simamarta (27) warga Perumahan PKS Sei Garo Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Tapung, dibekuk Tim Pegasus Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan saat menjalankan aksi kejahatannya.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira dalam keterangan persnya di RS Bhayangkara Medan menjelaskan, aksi perampokan yang menimpa korbannya, Ahmad Zaki Ali Qadri (24) warga Jalan Bubu, Kecamatan Medan Tembung terjadi pada, Jumat (28/6/2019) sekitar pukul 02.00 WIB.
"Awal mula kejadian perampokan ini adalah, korban pada saat melintas di Jalan Tuasan menuju warung kopi atau warkop, tujuannya untuk nongkrong-nongkrong. Kemudian pada saat di Jalan Tuasan, dipepet oleh satu buah mobil berisi tiga orang yang mengaku-mengaku sebagai polisi," ungkap AKBP Putu Yudha Prawira.
AKBP Putu Yudha Prawira juga menuturkan dua orang laki-laki tersebut, masuk ke dalam mobil korban dan melakukan pemeriksaan.
Tersangka Khairudin Ahmad Febri Simarmata juga menggertak korban dengan cara menusukkan peluru senpi ke leher korban.
Dengan spontan Ahmad Zaki keluar dari mobilnya sembari mencabut kunci kontak.
Namun tersangka memaksa korban masuk kedalam mobilnya, dan langsung merampas kunci dari tangannya.
Karena merasa terancam, lanjut polisi berpangkat Melati dua di pundaknya ini, korban berteriak minta tolong sehingga warga memadati lokasi.
"Tersangka Khairudin Ahmad Febri Simarmata yang menenteng senpi laras panjang langsung kesal dan memukul kaca belakang mobil hingga pecah. Para tersangka kemudian masuk ke dalam mobil dan berniat kabur. Korban dengan sigap langsung mencabut kunci kontak mobil tersangka," terangnya.
Masih dikatakan Putu, korban curiga akan modus para pelaku sehingga ia bersama warga meminta untuk petugas gadungan tersebut menunjukkan identitasnya.
"Korban berteriak minta tolong, sehingga warga sekitar langsung memadati lokasi. Tersangka Khairudin Ahmad yang menenteng senpi laras panjang langsung kesal dan memukul kaca belakang mobil hingga pecah. Para tersangka kemudian masuk ke dalam mobil dan berniat kabur. Korban dengan sigap langsung mencabut kunci kontak mobil tersangka," ucap AKBP Putu Yudha Prawira.
" Khairudin Ahmad Febri Simarmata langsung keluar dari mobil dan mengancam akan menembak warga. Tiba-tiba tersangka lainnya berhasil menyalakan mesin mobil menggunakan kunci kontak cadangan, dan langsung kabur. Tim Pegasus saat itu sedang melakukan patroli atau hunting, dan melihat ada keramaian di lokasi," sambungnya.
Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka satu buah pucuk senpi laras panjang rakitan, 7 butir peluru laras panjang, dompet tersangka berisi KTP, ATM dan uang tunai.
Tersangka perampokan dijerat Pasal 365 Ayat (2) KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara.
(cr23/tribun-medan.com).
Baca Juga