TKW yang Disiksa Majikan di Malaysia ini Sempat Sembunyi di Atas Pohon TKW yang Disiksa Majikan di Malaysia ini Sempat Sembunyi di Atas Pohon - mizipediacom mizipediacom: TKW yang Disiksa Majikan di Malaysia ini Sempat Sembunyi di Atas Pohon

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

TKW yang Disiksa Majikan di Malaysia ini Sempat Sembunyi di Atas Pohon

Monday, 22 July 2019



Bukhari, salah seorang tokoh Aceh di Malaysia bersama Anisa, korban penganiayaan oleh majikannya yang hingga Minggu (21/7/2019) masih diamankan di Ampang, Selangor. - SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara
LHOKSUKON –Anisa (25), TKW  asal Gampong Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara yang menjadi korban penyiksaan majikan, kini sudah diamankan di tempat saudaranya di Malaysia.
Informasi ini diketahui pihak keluarga setelah Anisa menghubungi abang iparnya, Jefri (34) menggunakan handphone milik seorang TKI yang bekerja sebagai petugas hotel di Malaysia. Sebab, handphone Anisa dirampas majikannya.
“Adik kami merantau ke Malaysia melalui agen pada 8 November 2017 untuk menjadi pembantu rumah tangga. Ia berharap dengan bekerja di sana dapat membantu biaya untuk adik-adiknya dan ibunya. Apalagi ayah kami sudah meninggal,” cerita Jefri kepada Serambinews.com, Minggu (22/7/2019).
Selama di Malaysia, keluarganya hanya sekali bisa berkomunikasi dengan Anisa, menggunakan handphone majikan.
Anisa juga hanya sekali mengirim uang Rp 1,5 juta melalui agen, setelah tiga bulan bekerja.
“Selama ini, kami tak bisa menghubunginya lagi, karena nomornya tak bisa dihubungi. Belakangan kami dapat informasi, HP-nya sudah dirampas majikannya,” katanya.


Disebutkan, dirinya mengetahui Anisa disiksa dan dibuang majikannya, setelah berkomunikasi langsung pada Jumat (20/7) malam.
“Saat saya buka HP sore itu, banyak sekali panggilan tak terjawab dari nomor Malaysia. Kemudian saya menghubungi kembali nomor tersebut, dan ternyata Anisa yang menelepon,” katanya.
Setelah terhubung, Anisa langsung menangis dan tapi pelan-pelan bisa menceritakan kejadian yang dialaminya itu.
Selama bekerja, ia dipukuli majikannya.
Majikannya itu disebut-sebut adalah oknum penegak hukum di sana.
Akibat pemukulan itu, gigi bagian atas rontok.
Selain itu, sekujur tubuhnya juga penuh bekas luka, termasuk di bagian kepala.
Badannya pun terlihat sangat kurus.“Padahal dulu adik saya itu tidak kurus seperti sekarang,” katanya.
Menurut Jefri, Anisa  sempat kabur dari rumah majikannya itu, dan sembunyi di atas pohon.
Tapi karena tak tahan haus dan lapar, pada malam harinya dia turun dari pohon untuk meminta tolong kepada seorang warga.
Karena prihatin, warga India di Malaysia tersebut membawanya ke rtumah sakit untuk berobat.
Belakangan, Anisa kembali ditemukan oleh majikannya. Lalu, majikannya membawanya ke suatu lokasi dan menurunkan dekat sebuah hotel, lalu pergi.
Kemudian seorang TKI yang bekerja sebagai petugas hotel prihatin melihat kondisi Anisa, dan menolongnya.
TKI itu pun membantu Anisa menghubungi Jefri.
“Setelah mengetahui kejadian tersebut, saya menghubungi saudara yang berada di Malaysia untuk menjemput Anisa. Sehingga ia aman sekarang meski masih di Malaysia,” katanya.
Pihak keluarga berharap supaya Anisa bisa segera dibawa pulang.
“Kami berharap kasus ini harus diproses hukum. Tapi untuk sementara kami sangat berharap agar Anisa secepatnya dibawa pulang. Kami khawatir ia akan diambil lagi oleh majikannya untuk menutupi kesalahan,” katanya.(*)
Penulis: Jafaruddin
Editor: Taufik Hidayat
Sumber: Serambi Indonesia
Lihat Juga