Juru Parkir Liar di Banda Aceh Terjaring Razia Petugas Gabungan Juru Parkir Liar di Banda Aceh Terjaring Razia Petugas Gabungan - mizipediacom mizipediacom: Juru Parkir Liar di Banda Aceh Terjaring Razia Petugas Gabungan










KATEGORI

LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Juru Parkir Liar di Banda Aceh Terjaring Razia Petugas Gabungan

Kamis, 04 Juli 2019



Ilustrasi : Petugas parkir di salah satu kawasan di Kota Banda Aceh, Rabu (3/7/2019). 
Belasan Juru Parkir Liar di Banda Aceh Terjaring Razia Petugas Gabungan 
Laporan Misran Asri | Banda Aceh 
BANDA ACEH - Petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Personel Polresta Kota Banda Aceh, mengamankan belasan juru parkir (jukir) liar di sejumlah titik di wilayah Kota Banda Aceh.
Penertiban terhadap jukir liar tersebut sudah mulai dilancarkan sejak Senin (1/7/2019) sore hingga jelang tengah malam. 
Hasilnya sampai tadi siang ada 13 jukir liar tanpa identitas apapun yang menunjukkan yang bersangkutan jukir resmi dibawa ke Dishub Kota Banda Aceh untuk dimintai keterangannya.
 Kadishub Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot MSi, mengatakan dari pengawasan yang dilakukan petugas terpantau enam zona parkir didapati lokasi beroperasinya jukir liar.
Keenam zona itu, meliputi zona A Pasar Aceh, zona B Peunayong,  zona C Darussalam, zona D Seutui, zona E Neusu, dan zona F Ulee Kareng.
" Dari keenam zona parkir tersebut petugas mengamankan 11 juru parkir liar tanpa identitas," kata Muzakkir Tulot, kepada Serambinews.com, Rabu (3/7/2019).
 Lalu, rinci Muzakkir Tulot, ada tiga jukir liar lainnya yang ikut diamankan, karena melanggar Peraturan Wali Kota Banda Aceh, Nomor 6 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perparkiran di wilayah Kota Banda Aceh.
 "Penertiban ini juga mengingat sudah banyak keluhan dari masyarakat dan keberadaan mereka semakin meresahkan. Karena, para juru parkir liar ini umumnya juga mengenakan rompi. 
Sementara itu, Dishub Kota Banda Aceh sudah mendistribusikan rompi baru kombinasi dua warna, yakni orange di bagian atas dan warna biru tua di bagian bawah.
"Keluhan masyarakat, juru parkir liar ini kerap kali mengambil tarif di luar ketentuan yang berlaku, karena arah  mereka jelas untuk mencari keuntungan pribadi dan kelompoknya," pungkas Kadishub Kota Muzakkir Tulot.
Sementara Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Banda Aceh, Aqil Perdana Kusuma SH MH, menambahkan penertiban jukir liar tersebut merupakan tindak lanjut pengaduan masyarakat, berdasarkan hasil laporan yang masuk ke nomor pengaduan 08116807816 dan 085381895811
 "Bagi masyarakat yang menemukan juru parkir nakal atau melanggar ketentuan yang berlaku, segera laporkan kedua nomor tersebut baik via SMS maupun WhatsApp. Petugas akan segera merespon pengaduan tersebut," tambah Aqil.
Ia menerangkan kedua nomor pengaduan tersebut, juga tertera di rompi resmi juru parkir yang sudah didistribusikan Dishub Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu.
Rompi baru bagi jukir resmi tersebut memiliki kombinasi dua warna, yaitu orange di bagian atas dan warna biru tua di bagian bawah. Lalu, di rompi tersebut juga tercantum nomor zona sebagai wilayah kerja yang tertera di bagian depan atas serta nomor registrasi jukir dan nomor pengaduan di bagian belakang rompi.
"Kami juga mengimbau agar masyarakat berani menolak membayar, jika menemukan juru parkir yang bekerja tidak sesuai aturan yang berlaku," ungkap Aqil.
Adapun ketentuan tarif retribusi pelayanan parkir yang berlaku dan berada dibtepi jalan umum sesuai Qanun Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Retribusi Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum, yaitu roda dua Rp 1.000 per sekali parkir dan roda empat Rp 2.000/sekali parkir.(*)
Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Sumber: Serambi Indonesia
Lihat Juga