LOWONGAN KERJA-Dompet Digital BUMN LinkAja Cari Pegawai Baru untuk 6 Posisi,Lulusan S1 LOWONGAN KERJA-Dompet Digital BUMN LinkAja Cari Pegawai Baru untuk 6 Posisi,Lulusan S1 - mizipediacom mizipediacom: LOWONGAN KERJA-Dompet Digital BUMN LinkAja Cari Pegawai Baru untuk 6 Posisi,Lulusan S1










KATEGORI

LIVE TV

Iklan Semua Halaman

LOWONGAN KERJA-Dompet Digital BUMN LinkAja Cari Pegawai Baru untuk 6 Posisi,Lulusan S1

Minggu, 14 Juli 2019



LOWONGAN KERJA-Dompet Digital BUMN LinkAja Cari Pegawai Baru untuk 6 Posisi,Lulusan S1 
Sedang mencari lowongan pekerjaan? Ada kesempatan yang sayang untuk Anda lewatkan.
Dompet digital milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), LinkAja sedang membuka lowongan pekerjaan.
Ini kesempatan bagi kamu untuk jadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indinesia bersama LinkAja.
LinkAja adalah aplikasi yang menghadirkan kemudahan dan kenyamanan dalam memenuhi kebutuhan bertransaksi bagi seluruh lapisan masyarakat.
LinkAja merupakan produk teknologi finansial buah sinergi perusahaan kebanggaan bangsa Indonesia, yaitu HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara – termasuk Bank Mandiri), Telkomsel, dan Pertamina.
Terdapat 2 tipe akun pengguna LinkAja, yakni basic service dan full service dengan berbagai layanan yang ditawarkan, seperti isi saldo, belanja online, bayar merchant, serta bayar dan beli handphone.
Sementara layanan basic service tak bisa melakukan layanan kirim uang dan tarik saldo seperti yang diperoleh full service.
Untuk mendapatkan layanan full service LinkAja, kunjungi GraPARI terdekat dengan membawa kartu identitas asli (KTP / SIM / Passpor dll).

LinkAja membuka lowongan untuk berbagai posisi berikut:
1. Finance Ops
2. Corporate Finance
3. Internal Finance Auditor
4. Corporate Planning & Business Development
5. Internal Communication Associate
6. Fraud Management Associate
Lowongan pekerjaan ini terbuka untuk lulusan S1 sederajat dari sesuai bidangnya masing-masing, juga terbuka untuk fresh graduate.
Jika tertarik, segera kirim lamaran Anda melalui email rekruitment@linkaja.id dengan format subjek email Nama_posisi yang dipilih.

LinkAja Siap Garap Bisnis Pembayaran, Bakal Layani Bisnis Remitansi Bersama Bank
Sekarang memang zaman cashless. Anda tidak perlu lagi membawa banyak uang tunai untuk membayar tagihan atau pembelian.
Beberapa platform gerbang pembayaran (payment gateway) sudah akrab bagi masyarakat, termasuk OVO dan GoPay.
Terbaru, kini ada gerbang pembayaran baru bernama LinkAja. Ini merupakan platform pembayaran keuangan berbasis aplikasi. LinkAja resmi meluncur ke publik oleh PT Fintek Karya Nusantara pada Minggu (30/6/2019).
LinkAja menghadirkan fasilitas beli, bayar, dan transfer melalui ponsel. Anda bisa melakukan transaksi keuangan dengan nyaman tanpa harus ke bank, toko, atau warung.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, meskipun baru saja meluncur, LinkAja sudah dapat digunakan untuk bertransaksi di luar negeri, misalnya di Singapura.
" Target ke depannya, LinkAja juga akan dapat digunakan di Malaysia, Hong Kong, dan Taiwan," ujarnya.
CEO PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), Danu Wicaksana menjelaskan, transaksi di luar negeri bisa dilakukan lantaran Finarya telah bekerja sama dengan operator asing.
"Di Singapura kami sudah bekerja sama dengan Singtel. Jadi pengguna Link-Aja di Singapura tinggal mencari QR Code berlogo VIA yang merupakan platform cross border payment milik Singtel," katanya.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri, Rohan Hafas menuturkan LinkAja akan masuk bisnis remitansi ke negara-negara seperti Malaysia, Hong Kong dan Taiwan dengan menggandeng anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
" Pekerja migran di luar negeri bisa daftar dengan kartu selular Indonesia dengan memanfaatkan fitur remitansi di LinkAja. Penerima uang di Indonesia bisa langsung mengambil uang di ATM bank Himbara,” tuturnya.
Lima BUMN Lagi
Adapun rencana kepemilikan saham di Finarya sejauh ini masih sama. Saham Telkomsel akan berkurang dari 100% menjadi 25%.
Sedangkan sisanya akan dipegang oleh BRI, Bank Mandiri, dan BNI masing-masing 20%, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Pertamina masing-masing 7%, dan PT Asuransi Jiwasraya 1%.
Ke depan ada lima BUMN lain yang bergabung yakni Angkasa Pura (AP) I, dan AP II, Kereta Api Indonesia (KAI), Jasa Marga, dan Garuda Indonesia.
Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, Minggu (30/6) mengatakan kelima perusahaan itu akan masuk pada pendanaan tahap kedua di Desember 2019. Kelima perusahaan itu akan mengambil 10% saham.(*)

Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Tribun Timur
Lihat Juga