Petugas Bongkar Tujuh Kios Ilegal di Jalan Prof Ali Hasjmy Banda Aceh Petugas Bongkar Tujuh Kios Ilegal di Jalan Prof Ali Hasjmy Banda Aceh - mizipediacom mizipediacom: Petugas Bongkar Tujuh Kios Ilegal di Jalan Prof Ali Hasjmy Banda Aceh

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Petugas Bongkar Tujuh Kios Ilegal di Jalan Prof Ali Hasjmy Banda Aceh

Tuesday, July 23, 2019



Petugas Satpol PP Banda Aceh saat membongkar tujuh kios ilegal berkonstruksi papan di Jalan Prof Ali Hasjmy, Gampong Ilie, Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (22/7/2019). - For Serambinews.com
Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh
BANDA ACEH – Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banda Aceh kembali membongkar tujuh kios ilegal berkonstruksi papan di Jalan Prof Ali Hasjmy, Gampong Ilie, Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (22/7/2019).
Ketujuh kios tersebut terbukti melanggar karena dibangun di atas Garis Sempadan Bangunan (GSB) serta masuk dalam kawasan penataan e-parking.
Awalnya, petugas menggunakan alat berat merobohkan dua unit kios baru yang berkonstruksi papan. Berhubung sisa lima kios lagi sudah memiliki instalasi listrik, pedagang meminta untuk membongkar sendiri bangunannya agar tak terjadi korsleting.
Satpol PP pun mengabulkan permintaan pedagang dengan memberi batas waktu pembongkaran hingga Selasa (23/7/2019)
Demikian disampaikan Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, M Hidayat kepada Serambinews.com di sela penertiban.
Dia mengungkapkan, selain dibangun di atas area yang diklaim sebagai tanah gampong, kios-kios tersebut juga berdiri di lokasi penataan e-parking atau parkir elektronik yang sedang dibangun Dinas Perhubungan.
“Tahapan sudah kami lakukan secara persuasif sekitar 3 minggu, baik lewat surat maupun secara lisan. Penertiban ini juga didukung oleh pihak gampong,” ucap Hidayat.
Disebutkan, tujuh kios yang dibangun tanpa izin itu selama ini berjualan ikan, kelontong, dan adapula yang belum beroperasi.
Hidayat mengaku sudah memantau jajaran kios yang tak sesuai aturan tersebut sejak lama. Dia juga mengungkapkan ada banyak bangunan liar yang selama ini luput dari pengawasan, yang ke depan akan ditertibkan.
“Para pedagang atas inisiatif sendiri membangun di situ tanpa izin. Seandainya pun mereka mau mengurus, izin juga tak bisa dikeluarkan karena lokasinya berada di GSB,” tegasnya. 
Kasatpol PP Banda Aceh yang juga hadir saat pembongkaran tersebut menilai adanya penolakan dari pedagang merupakan hal wajar. 
Namun penertiban tersebut harus dilakukan dalam rangka mengedukasi pedagang agar taat aturan, serta menciptakan kawasan parkir yang baik. 
Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Sumber: Serambi Indonesia
Lihat Juga