Simak 4 Kesalahan dalam Penggajian Karyawan oleh Perusahaan Simak 4 Kesalahan dalam Penggajian Karyawan oleh Perusahaan - mizipediacom mizipediacom: Simak 4 Kesalahan dalam Penggajian Karyawan oleh Perusahaan

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Simak 4 Kesalahan dalam Penggajian Karyawan oleh Perusahaan

Saturday, July 20, 2019



Ilustrasi Foto : 4  Keselahan Penggajian Karyawan
Setiap perusahaan dapat melakukan kesalahan dalam penggajian karyawan.  Perusahaan memiliki cara dan kebijakan masing-masing dalam proses penggajian karyawan.
Ada yang langsung memberikan gaji secara utuh di akhir bulan, ada pula yang memiliki sistem dua kali penggajian karyawan yaitu di awal/akhir dan sisanya di tengah bulan.
Namun, sebaik apapun sistem penggajian karyawan yang diterapkan, akan tetap saja terdapat kemungkinan perusahaan melakukan kesalahan.
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam penggajian karyawan. Bayangkan ada banyak detail gaji karyawan yang harus dihitung dengan tepat, apalagi jika perusahaan Anda memiliki ribuan karyawan, tentu bukan hal yang mudah.
Ada sejumlah praktik kesalahan penggajian karyawan yang sering ditemukan pada perusahaan. Di antaranya adalah:

1. Kelebihan atau Kekurangan Membayar Gaji Karyawan

Baik kelebihan maupun kekurangan membayar gaji karyawan pasti pernah terjadi pada setiap perusahaan, dan keduanya bukanlah praktik yang baik. Mengapa?
Kurang Membayar Gaji
Jika Anda melakukan kesalahan ini maka tentu saja Anda harus membayarkan kekurangan gaji tersebut kepada karyawan bersangkutan. Anda bisa saja langsung membayarkannya, namun jika kesalahan ini terjadi berkali-kali maka akan merugikan karyawan.
Kelebihan Membayar Gaji
Walaupun Anda bisa mengklaim uang perusahaan kembali, namun bukan berarti hal ini mudah dilakukan oleh karyawan.
Bayangkan, misalnya kesalahan dalam penggajian karyawan sudah terjadi dalam waktu yang lama maka tentu saja karyawan bersangkutan akan berpikir bahwa memang gaji tersebut adalah haknya.
Namun kemudian perusahaan menyadarinya dan tiba-tiba memotong kelebihan gaji tersebut, maka karyawan yang sudah terbiasa hidup dengan penghasilan lebih tinggi akan “kaget”. Atau misalnya ternyata uang lebih tersebut sudah terpakai.

2. Tidak Memperhatikan Peraturan Tenaga Kerja Terbaru

Ada banyak aturan yang mengatur tentang tenaga kerja, termasuk yang menyangkut tentang upah minimum provinsi (UMP) sesuai provinsi masing-masing. UMP satu provinsi bisa jadi jauh berbeda dengan provinsi lainnya.
Sebagai praktisi Human Resource (HR) ataupun pemilik perusahaan, Anda harus mengetahui tentang peraturan tenaga kerja yang baru. Jangan sampai tidak ada penyesuaian gaji karyawan ketika terdapat UMP baru.

3. Salah Menggunakan Spreadsheet atau Aplikasi Penggajian

Ada perusahaan yang menggunakan spreadsheet untuk mengatur penggajian karyawan, namun ada juga yang menggunakan aplikasi penggajian karyawan. Jika Anda masih belum memahami dengan baik penggunaan kedua metode tersebut dan masih menggunakan sistem manual, maka kesalahan dalam penggajian karyawan bisa terjadi dengan mudah.

4. Tidak Mengetahui Project yang Dikerjakan Karyawan

Salah satu kasus yang banyak terjadi adalah finance atau HR tidak tahu project yang dilakukan oleh karyawan yang lembur. Misalnya ada karyawan yang bekerja lembur selama 15 jam namun ternyata lembar kerja atau bukti lembur tidak tercatat. Maka tentu saja karyawan tidak akan menerima gaji yang sesuai.

Kesimpulan

Penggunaan spreadsheet apalagi kertas untuk menghitung gaji karyawan memiliki risiko human error yang tinggi.  Semakin banyak karyawan yang bekerja pada perusahaan, semakin besar tanggung jawab dan beban kerja departemen HR.  Oleh karena itu, untuk mengurangi kesalahan perusahaan harus mempertimbangkan penggunaan software payroll.
Tahukah Anda? perusahaan yang menggunakan payroll software telah membuktikan bahwa 30% kesalahan dalam penggajian berkurang jika dibandingkan dengan penggunaan spreadsheet.
Kelebihan atau kekurangan penggajian diminimalisir melalui proses transfer secara otomatis, yang cepat dan akurat. Departemen Payroll tidak perlu lagi menghitung dan memberikan gaji secara manual, atau mentransfer gaji karyawan satu per satu.
Developer payroll software selalu meng-update software-nya dengan aturan terbaru dari pemerintah, sehingga perusahaan selalu diingatkan apabila tidak mengetahui aturan yang terbaru.
Tidak hanya perihal gaji, departemen Finance atau HR juga dapat memantau project yang dilakukan karyawan saat lembur melalui fitur lembur (yang biasanya terintegrasi dengan fitur payroll).  Karyawan melakukan pengajuan lembur melalui aplikasi ini. Setelah itu, atasan karyawan yang bersangkutan akan memberi persetujuan. Dengan demikian, project karyawan yang bersangkutan dapat lebih terkontrol. 
 Sumber:
People HR: Three Common Mistakes Employers Make When Paying Employees
Lihat Juga