TKW Asal Nisam Diduga Alami Penyiksaan Berat di Malaysia, Tubuh Dipenuhi Bekas Luka TKW Asal Nisam Diduga Alami Penyiksaan Berat di Malaysia, Tubuh Dipenuhi Bekas Luka - mizipediacom mizipediacom: TKW Asal Nisam Diduga Alami Penyiksaan Berat di Malaysia, Tubuh Dipenuhi Bekas Luka

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

TKW Asal Nisam Diduga Alami Penyiksaan Berat di Malaysia, Tubuh Dipenuhi Bekas Luka

Saturday, 20 July 2019



Nisa, perempuan Aceh asal Nisam Antara, Aceh Utara diduga jadi korban penganiayaan di Malaysia. Beberapa bagian tubuhnya terlihat bekas-bekas luka bahkan giginya rontok.
Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh
BANDA ACEH - Kabar tidak mengenakkan kembali berembus dari negeri jiran, Malaysia tentang dugaan penyiksaan terhadap seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Aceh yang sedang mengadu peruntungan nasib di negara tersebut.
Informasi tentang adanya seorang perempuan Aceh yang mengalami penyiksaan di Malaysia sudah diterima Serambinews.com sejak dua hari lalu berdasarkan foto-foto korban yang diteruskan oleh Saimun, Ketua Pemuda Peunayong, Banda Aceh.
" Foto-foto ini dikirim oleh jaringan saya di Malaysia, namun belum ada informasi lebih detail terkait identitas korban maupun kondisinya saat ini,” kata Saimun ketika mengirim informasi awal dua hari lalu.
Pada Sabtu (20/7/2019) siang Saimun mengirim update informasi terkait TKW tersebut.
Menurut Saimun TKW tersebut bernama Nisa berasal dari Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara.
“Pada Jumat malam kondisi korban sudah dilihat langsung oleh Tgk Mukhtar Abdullah, salah seorang tokoh masyarakat Aceh di Malaysia,” ujar Saimun mengutip laporan yang diterimanya.
Nisa mengaku tak memiliki paspor sehingga pada hari Senin direncanakan akan diserahkan kepada pihak KBRI di Kuala Lumpur.
Hingga saat ini belum ada keterangan dimana Nisa bekerja, siapa majikannya, apa pekerjaannya, dan bagaimana kronologi kasus yang menimpanya.
Kabar sementara menyebutkan, Nisa diduga mengalami penyiksaan berat menyebabkan giginya rontok.
Fakta yang terlihat pada foto korban banyak bekas luka di bagian paha, betis, dan tangan.
Korban dilaporkan melarikan diri dan menginap di salah satu hotel. Karena sewa hotel hanya satu hari maka dia pun terpaksa keluar.
Dalam kondisi tak tahu apa yang harus dilakukan, Nisa diselamatkan oleh salah seorang perempuan suku Jawa yang bekerja sebagai cleaning servis di hotel tersebut.
“Teurimong geunaseh njang that lambong keu Perwakilan BMU Malaya (Tgk Mukhtar Abdullah) ateuh segala kebaikan droeneuh insja Allah akan Allah brie balasan setimpal. Untuk keluarga di Nanggroe mohon sabar
semua akan baik-baik saja,” begitu penutup informasi yang diterima Saimun dari rekan-rekannya di Malaysia.(*)
Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Jalimin
Sumber: Serambi Indonesia
Lihat Juga