Anak Pedagang Asongan di Banda Aceh Lulus Akpol Tahun Ini Anak Pedagang Asongan di Banda Aceh Lulus Akpol Tahun Ini - mizipediacom mizipediacom: Anak Pedagang Asongan di Banda Aceh Lulus Akpol Tahun Ini

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Anak Pedagang Asongan di Banda Aceh Lulus Akpol Tahun Ini

Thursday, 1 August 2019



Priyanto dan istrinya Parsi mengantar anaknya, Gilang Pradana yang lulus Akpol saat akan bertolak ke Semarang melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, 1 Juli 2019 lalu. - For Serambinews.com
Laporan Misran Asri | Banda Aceh
BANDA ACEH –Siapa yang menyangka Gilang Pradana (18), anak seorang pedagang asongan keliling di Banda Aceh, pasangan Priyanto (52), dan istrinya Parsi (48), lulus di Akademi Kepolisian (Akpol) 2019.
Putra satu-satunya dari pasangan suami istri yang bisa dikatakan jauh dari kehidupan mewah tersebut baru sebulan lalu memberangkatkan anaknya menuju ke Semarang.
Besok dijadwalkan berlanjut ke Magelang, Jawa Tengah.
Parsi, ibu Gilang Pradana yang ditemui Serambinews.com, Rabu (31/7/2019) tidak mampu menyimpan rasa haru dan kebahagiaannya.
Pasalnya, anaknya bisa lulus Akpol 2019, seperti mimpi bagi keduanya.
“Jauh-jauh kami merantau dari Jakarta Timur ke Banda Aceh hanya bisa bertahan hidup saja sudah syukur dan tidak pernah punya harapan yang muluk-muluk. Tapi, rahasia Allah itu memang sangat luar biasa dan tidak ada seorang pun yang tahu,” ungkap ibu Parsi sembari menyeka air matanya.
Bahkan ungkapnya kami sebagai orang tuanya, dari awal tidak begitu menaruh harapan yang besar terhadap keinginan tinggi anaknya itu.
Karena, tidak sedikit suara sumbang yang menyebutkan untuk masuk polisi saja butuh biaya besar, apalagi untuk bisa masuk Akpol, mungkin membutuhkan uang ratusan, bahkan sampai miliar rupian.
" Kami sebagai orang tuanya, iya paling hanya bisa mendukung cita-citanya dan berdoa. Tapi, untuk mengharapkan lebih, misalnya dia sampai dia bisa lulus Akpol sama sekali jauh dari mimpi kami. Karena, bisa kami katakan, untuk makan saja sulit, apalagi harus mengkhayal terlalu tinggi. Tapi, rencana Allah itu siapa yang tahu. Kesimpulannya, apa yang kami dengar itu selama ini, katanya pakai uang, sama sekali tidak benar. Anak kami ini lulus murni,” ungkap Parsi yang terus meneteskan air matanya.
Ketika pasangan suami istri ditemui Serambinews.com, Priyanto dan istrinya ini sedang berada di Mushala Kodim 0101/BS.
Bahkan pada saat itu Priyanto baru saja menunaikan ibadah shalat zuhur di mushala kodim.
Lalu terkait informasi ada anak pedagang asongan yang lulus Akpol tahun 2019 itu, pertama kali diperoleh Serambinews.com dari Serka Fitriadi yang sehari-hari merupakan pelatih Taekwondo Dojang Kodim 0101/BS.
“Saya pikir ini perlu dipublis. Ini hal positif dan tidak selamanya anggapan orang itu masuk ini atau masuk itu harus orang kaya dan memiliki uang. Kita bisa buktikan hari ini dan saya piker pak Priyanto dan ibu Parsi yang hanya menjadi pedagang asongan, lulus Akpol dengan murni. Cerita ini menurut saya bisa menjadi inspirasi bagi yang lainnya,” ungkap Fitriadi membuka pembicaraan.
Lalu, Priyanto pun menceritakan sepeninggal mereka dari Jakarta Timur dan memilih merantau ke Aceh, tahun 2017 lalu, ia dan istrinya yang ikut membawa serta Gilang Pradana, anaknya itu yang sebelumnya akan naik ke kelas dua dari sekolahnya di SMA 58 Cirakas Jakarta Timur.
Ia memutuskan tinggal di Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.
Tinggal di sebuah rumah kontrakan yang sangat-sangat sederhana, Gilang masih mampu di sekolahkan di SMA Negeri 3 Banda Aceh.
Malah, anaknya itu salah satu meraih peringkat kelulusan terbaik pada Ujian Nasional.
“Pada saat kami di Aceh, kami bertemu dengan pak AKBP Andrianto Argamuda yang saat ini Kapolres Singkil. Berbekal jasa beliau lah yang mengetahui anak kami bercita-cita ingin menjadi polisi, meminta bantuan dari adik letingnya, yakni Ipda Krisna Nanda yang saat ini menjabat Kanit Jatanras di Polresta Banda Aceh, melatih anak kami. Pak Krisna juga sudah cukup berjasa, termasuk mengajari hal-hal yang penting dipelajari untuk persiapan menghadapi testing Akpol,” ungkap Priyanto.
Parsi pun menimpali, mereka sebagai orang tua kandung Gilang Pradana sempat pesimis dan tidak ingin bermimpi terlalu tinggi.
Karena, mereka mengaku sadar siapa diri mereka.
" Kami hanyalah pedagang kecil yang jauh dari mewah. Kalau bisa kami bilang untuk bisa mampu bertahan hidup saja di perantauan sudah syukur, sehingga kami tidak mau berkhayal yang sama sekali tidak mungkin. Tapi, Allah menunjukkan rahasia besarNya terhadap anak kami yang saat ini lulus murni saat testing Akpol,” ujar Parsi.
Ia pun mengungkapkan tidak ada yang tidak mungkin, bila Allah berkehendak.
“Kami dulunya juga berpikir tidak mungkin. Kami ini sadar diri, hanya orang kecil, pedagang asongan," kata Priyanto.
"Bahkan sebagian besar yang sering makan bakso di Barata, cukup mengenal kami yang sebelum-sebelumnya sering menjual telor ke bakso samping Barata," tambahnya. (*)
Penulis: Misran Asri
Editor: Yusmadi
Sumber: Serambi Indonesia
Lihat Juga