Aris Ananda Remaja Banda Aceh Bukan Sasaran Utama Pembunuhan, Melainkan Bobby (16) Rekan Korban Yang Bermasalah Aris Ananda Remaja Banda Aceh Bukan Sasaran Utama Pembunuhan, Melainkan Bobby (16) Rekan Korban Yang Bermasalah - mizipediacom mizipediacom: Aris Ananda Remaja Banda Aceh Bukan Sasaran Utama Pembunuhan, Melainkan Bobby (16) Rekan Korban Yang Bermasalah

KATEGORI










LIVE TV
HOMEPAGE ARTIKEL SEDANG DALAM PERBAIKAN

Iklan Semua Halaman

Aris Ananda Remaja Banda Aceh Bukan Sasaran Utama Pembunuhan, Melainkan Bobby (16) Rekan Korban Yang Bermasalah

Thursday, 15 August 2019




Laporan Misran Asri | Banda Aceh
BANDA ACEH – Aris Ananda (16), remaja Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh yang ditemukan meninggal terapung di Waduk Irigasi Krueng Neng, Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, pada Senin (12/8/2019) pukul 10.45 WIB, ternyata bukan sasaran utama. Melainkan, Bobby (16) rekan korban yang tengah bermasalah dengan seorang tersangka berinisial MI alias Sibat (16), warga Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.
Hal tersebut disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH saat menggelar konferensi pers, Rabu (14/8/2019) sore.
“Berawal dari permasalahan antara M Iqbal alias Sibat dengan saksi Bobby, dimana pada Minggu, 11 Agustus 2019, sekitar pukul 21.30 WIB, tersangka M Iqbal menyuruh tersangka M Haikal dan saksi Bintang untuk menjemput Bobby dan para tersangka menunggu di taman waduk Krueng Neng, Gampong Asoe Nanggroe,” cerita Kapolresta.
Tidak lama setelah itu, tibalah Bobby ditemani oleh Aris Ananda ke lokasi tersangka MI Cs telah menunggu.
Begitu Bobby dan korban Aris Ananda tiba di sana, ketujuh tersangka itu langsung melakukan penganiayaan terhadap Bobby.
Lalu, korban Aris Ananda yang melihat hal tersebut, justru berupaya ingin melerai penganiayaan tersebut.
Namun, bukannya berhenti, tapi tersangka lainnya, yakni MI alias Sibat malah mengarahkan pukulannya ke arah kepala korban berulang-ulang.
Lalu, empat tersangka lainnya juga ikut-ikutan memukul korban Aris Ananda.
Mereka adalah AR alias Si Cek (17), SS alias bule, serta MH (17) dan MA (16).
Bahkan, korban Aris Ananda ditikam di bagian perut, bahu kiri dan kanan menggunakan obeng yang dibawa tersangka yang masih tergolong anak-anak di bawah umur ini.
“Pada saat dianiaya itu, korban Aris Ananda sama sekali tidak melawan. Begitu keduanya beranjak pergi menggunakan sepeda motor Jupiter milik korban Aris Ananda, justru para tersangka ini mengejarnya lagi. Karena, melihat dikejar, Bobby yang mengendarai sepeda motor saat itu langsung memasuki ke arah jalan waduk Surien. Tapi, begitu sampai di jalan dekat pintu air, sepeda motor yang dinaiki keduanya terjatuh,” kata Kapolresta didampingi.
Korban Aris meminta rekannya Bobby untuk terus melajukan sepeda motornya dan membawa pulang ke rumahnya. Lalu, Aris yang sudah terjatuh, berusaha sembunyi.
Para tersangka ini pun membagi tugas, sebagian mengejar Bobby yang terus melajukan sepeda motor Jupiter milik korban Aris Ananda.
Lalu, RA alias Wak (15) dan MA (16) yang tahu Aris Ananda turun di sekitar waduk mencari korban yang bersembunyi ke arah pintu air.
RA alias Wak dan MA terus mencari korban Aris, akhirnya remaja malang itu ditemukan oleh tersangka.
“Korban yang bersembunyi dengan menundukan kepalanya akhirnya diinjak oleh Rafsanjani alias Wak ke dalam air selama lebih kurang 10 menit. Korban Aris sempat melawan. Tapi, karena kondisinya sudah sangat lemas, sehingga korban meninggal dunia,” ungkap Kombes Trisno didampingi Kasat Reskrim AKP M Taufiq SIK.
Berselang sehari setelah penemuan mayat Aris Ananda yang berstatus siswa kelas 1 SMKN 4 Banda Aceh itu, polisi pun meringkus ke tujuh tersangka di desanya masing-masing.
Para tersangka yang masih tergolong anak-anak di bawah umur itu pun terancam hukuman penjara mulai 12 tahun sampai 15 tahun, untuk eksekutor RA alias Wak (150 yang tercatat sebagai warga Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.(*)
Penulis: Misran Asri
Editor: Taufik Hidayat
Sumber: Serambi Indonesia
Lihat Juga