Bos Sabu Ditahan di Mapolres Aceh Utara, 4 Lainnya di Rutan Bos Sabu Ditahan di Mapolres Aceh Utara, 4 Lainnya di Rutan - mizipediacom mizipediacom: Bos Sabu Ditahan di Mapolres Aceh Utara, 4 Lainnya di Rutan

Iklan Semua Halaman

Bos Sabu Ditahan di Mapolres Aceh Utara, 4 Lainnya di Rutan

Sunday, 18 August 2019


loading...
Ramli terdakwa kasus sabu 70 kilo dan ekstasi 3 kilo saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara pada 2015. - SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Laporan Jafaruddin | Aceh Utara
LHOKSUKON – Satu dari lima terdakwa yang terlibat dalam kasus penyelundupan sabu-sabu 70 kilogram dan ekstasi tiga kilogram dari Malauysia ke Aceh melalui peraian Tanah Jambo Aye, Aceh Utara ditahan di Mapolres Aceh Utara.
Pria itu harus ditahan di Mapolres Aceh Utara dengan alasan keamanan.
Dia adalah Ramli (55) narapidana asal Desa Calok Geulima, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur yang sebelumnya menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta Medan.
Sedangkan empat terdakwa lain dalam kasus itu ditahan di Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara.
Mereka adalah anak Ramli yaitu Metaliana (28) dan suaminya Muhammad Zubir (28), warga Desa Calok Geulima, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.
Lalu, Saiful Bahri alias Pon (29), dan Muhammad Zakir (23), keduanya warga Desa Seuneubok Baro Kecamatan Idi Cut, Aceh Timur.
Namun, Muhammad Zakir sudah kabur dari Cabang Rutan Lhoksukon pada 16 Juni 2019 bersama 72 tahanan dan napi.
Hingga kini, Muhammad Zakir belum berhasil ditangkap polisi.
" Ia adalah napi dalam kasus narkotika yang sudah divonis seumur hidup,” ujar Plt Kepala Cabang Rutan Lhoksukon, Ramli SH kepada Serambinews.com, Sabtu (17/8/2019).
Disebutkan, selama ia dipindahkan dari LP Tanjung Gusta Medan ke Aceh Utara untuk menjalani proses sidang ia harus dikawal belasan polisi tiap malamnnya untuk menghindari terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
Apalagi informasi yang beredar, ia akan dijemput oleh kelompoknya.
“Kemudian saya menyampaikan persoalan tersebut kepada Kapolres Aceh Utara, supaya Ramli bisa ditahan di Mapolres Aceh Utara dengan alasan demi keamanan. Karena tidak memungkinkan juga, jika setiap malam harus ada puluhan personel yang harus menjaganya,” ujar Ramli.
Setelah Kapolres Aceh Utara menyetujuinya, sehingga pada akhir Juli 2019, Ramli dibawa ke Mapolres Aceh Utara untuk pengamanan.
Sedangkan tiga terdakwa lain dalam kasus tersebut ditahan di Cabang Rutan Lhoksukon, Aceh Utara.
Diberitakan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Bea Cukai, menggagalkan upaya penyelundupan 72 kg narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi di Perairan Jambo Aye, Aceh Utara dalam sebuah operasi gabungan di Lhoksukon, Aceh Utara pada 10 Januari 2019.
Dalam penelusuran lebih lanjut terungkap sabu dan ekstasi itu milik bandar besar bernama Ramli, napi asal Aceh yang ditahan di LP Tanjung Gusta, Medan. (*) 
Penulis: Jafaruddin
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Serambi Indonesia
Baca Juga

loading...