Gadis Remaja Aceh Disetubuhi di Medan dan Disuruh Pulang Naik Bus Gadis Remaja Aceh Disetubuhi di Medan dan Disuruh Pulang Naik Bus - mizipediacom mizipediacom: Gadis Remaja Aceh Disetubuhi di Medan dan Disuruh Pulang Naik Bus

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Gadis Remaja Aceh Disetubuhi di Medan dan Disuruh Pulang Naik Bus

Saturday, 31 August 2019



Kasat Reskrim Polres Aceh Utara menginterogasi pria yang menyetubuhi pacarnya di sela-sela konferensi pers di Mapolres Aceh Utara

Kasus persetubuhan oleh pedagang ayam terhadap remaja berinisial NL (16) asal Aceh Utara masih terus didalami.
Penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Aceh Utara terus bekerja untuk mengungkap fakta yang terjadi dalam kasus tersebut.
Hal itu dilakukan dengan memeriksa saksi korban dan juga tersangka serta saksi lainnya.
Pria berinisial KM (29) yang berprofesi sebagai pedagang ayam asal Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara ini dilaporkan ke Polres Aceh Utara pada Jumat (23/9/2019).
Ia dilaporkan karena diduga menyetubuhi pacarnya, NL (16) pelajar asal Aceh Utara di sebuah hotel di kawasan Medan beberapa hari lalu.
Lalu pada Selasa (27/8/2019) ia pun ditangkap petugas di kawasan Pasar Pantonlabu Kecamatan Tanah Jambo Aye.
“Penyidik nantinya akan meminta rekaman CCTV pada hotel tempat korban dan tersangka menginap,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama SH, SIK kepada Serambinews.com, Sabtu (30/8/2019).
Berdasarkan keterangan korban, pencabulan sudah ia alami saat masih di dalam mobil dalam perjalanan menuju Medan.
Sedangkan persetubuhan terjadi di hotel di Medan.
“Awalnya tersangka meminta korban untuk memijitnya, tapi korban menolaknya,” ujar Kasat Reskrim.
Namun, tersangka terus merayu dan memaksa korban, sehingga mereka bukan lagi melakukan pijit atau pijat, tapi perbuatan persetubuhan.
“Setelah terjadi perbuatan tersebut pada siang hari sekitar pukul 11.00 WIB, malamnya mereka pergi ke tempat hiburan. Namun, saat itu korban sudah meminta pulang, tapi tersangka tak bersedia,” katanya.
Perbuatan tersangka terhadap korban dilakukan dengan paksa, dan korban sudah berupaya menolaknya berulangkali.
Seperti diberitakan sebelumnya, pria Berinisial K (29) asal Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara dilaporkan ke Polres Aceh Utara pada Jumat (23/9/2019).
Ia sehari-sehari dikenal berprofesi sebagai pedagang ayam.
Pria tersebut diduga sudah melakukan perbuatan persetubuhan terhadap pacarnya, sebut saja Nila (16), pelajar asal Aceh Utara.
Korban pulang sendiri dari Medan ke rumahnya di salah satu kecamatan di Aceh Utara, Jumat (23/8/2019)
Demikian disampaikan Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambinews.com, Rabu (28/8/2019).
Lalu korban menceritakan kejadian yang dialaminya tersebut kepada orang tuanya.
Korban saat pergi dari rumah tidak memberitahukan kepada orang tuanya.
Begitu juga dengan pria berinisial KL yang tak lain ada pacarnya.
“Korban pulang seorang diri dengan menumpang Mobil Bus Putra Pelangi," kata Iptu Rezki Kholiddiansyah.
"Dan setibanya di rumah, korban menceritakan kejadian tersebut," tambahnya.
Setelah mendengar keterangan Nila, keluarga tak bisa menerima perlakukan pacar anaknya, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Aceh Utara.
Disebutkan, setelah menerima laporan tersebut, polisi sudah memeriksa korban sebagai saksi.
Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui kronologis kejadian tersebut dan juga sudah memeriksa saksi lain untuk proses penyidikan kasus itu.
“Kita sudah mendengar keterangan dari korban untuk penyelidikan kasus tersebut,” ujar Kasat reskrim.
Ditambahkan, penyidik juga sudah membawa korban ke rumah sakit yang ada di Lhokseumawe untuk visum, yang akan digunakan sebagai barang bukti dalam kasus tersebut.
“Kasus ini akan terus kita dalami,” pungkas Kasat Reskrim.(*)
/////
Setubuhi Adik Iparnya yang Masih Siswi SMP sebanyak  7 Kali.
M Faisal (26) dan istrinya TI (26) baru menikah sekitar empat bulan yang lalu.
Faisal, yang merupakan warga Dupak Bandarejo, Surabaya, tinggal seatap bersama istri dan adik iparnya, CT (14), di sebuah rumah kos sejak April 2019.
Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengatakan, TI membawa serta adiknya untuk ikut tinggal bersama dengan sang suami karena kedua orang tuanya telah bercerai.
Namun Faisal rupanya adalah laki-laki bejat, ia dengan tega merudapaksa adik iparnya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu.
"Selama menikah empat bulan, perilaku pelaku dua bulan nampak aslinya bahwa dia itu bejat, karena pada saat korban ganti pakaian diintip sehingga menimbulkan nafsu berulang".
"Saat itulah korban disetubuhi pelaku dengan cara dipegangi," ujar Ruth Yeni dikutip TribunJakarta.com dari Surya pada Kamis (29/8/2019).
Aksi tak terpuji itu dilakukan Faisal saat sang istri sedang tidak ada dirumah atau sedang bekerja.
Kelakuan Faisal dapat terbongkar, karena IT memergoki tersangka dengan korban berada di dalam kamar mandi dalam kondisi telanjang bulat.
Ruth Yeni menambahkan, korban yang masih belia itu mengaku takut jika menceritakan kejadian yang menimpanya kepada TI.
Pasalnya ia tak ingin merusak kebahagian sang kakak yang baru saja menikah dengan Faisal.
"Korban pun ada tekanan, ada beban kasihan kakaknya baru menikah".
"Korban tidak berani menyampaikan ke kakaknya takut merusak kebahagiaan kakaknya," bebernya.
Sementara itu, Faisal mengaku nafsu dan kerasukan setan saat melakukan aksi bejatnya kepada adik iparnya sendiri hingga berkali-kali.
Saat beraksi dia memegangi tangan korban dan merayu agar tidak teriak.
"Khilaf saya, sudah tujuh kali tapi yang ke delapan kali tidak jadi karena ketahuan," ujarnya.
Mengetahui kelakukan Faisal, IT langsung melaporkan pria bertubuh kurus itu ke Mapolrestabes Surabaya.
"Istri tersangka langsung lapor ke Mapolrestabes Surabaya," tegas Ruth Yeni.
Tersangka langsung diamankan pada Rabu, (28/8/2019).
Kini pelaku dijerat dengan pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.
#///////
Oknum Guru Cabuli 10 Muridnya
Sementara, H (31), seorang guru di salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di Ketapang, Kalimantan Barat, ditangkap aparat kepolisian karena diduga mencabuli muridnya yang berusia 13 tahun.
Penangkapan HI berdasarkan laporan orangtua korban serta hasil penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan, tindakan bejat guru PNS kepada muridnya ini telah dilakukan sejak 2015 saat korban duduk di kelas IV.
Kapolres Ketapang AKBP Yury Nurhidayat mengatakan, penangkapan HI berdasarkan laporan orangtua korban serta hasil penyelidikan.
"Setelah semua penyelidikan rampung, HI ditangkap di rumahnya di kawasan Kelurahan Mulia Baru, Ketapang," kata Yury, Jumat (30/8/2019).
Dari hasil pemeriksaan, tindakan bejat guru PNS kepada muridnya ini telah dilakukan sejak 2015 saat korban duduk di kelas IV.
"Sejak 2015, perbuatan cabul sering dilakukan, bahkan sampai korban tamat sekolah".
"Perbuatan terakhir pada 25 Agustus kemarin," ucapnya.
Yury menjelaskan, modus perbuatan pelaku pertama kali adalah mengajak korban ke ruangan kepala sekolah.
Saat duduk berhadapan, pelaku langsung melancarkan aksi.
Pelaku kemudian memberi uang dan ponsel kepada korban.
Kapolres Ketapang AKBP Yury Hidayat mengatakan, HI (31), guru sekolah dasar negeri (SDN) di Ketapang, Kalimantan Barat, mengaku telah mencabuli 10 muridnya.
"Dari pengakuan tersangka, setidaknya diduga ada 10 korban lain," kata Yury, Jumat (30/8/2019).
Dari keterangan HI, pencabulan dilakukan pelaku dalam waktu dan tempat berbeda.
Terhadap korban anak usia 13 tahun, tersangka mengakui telah berbuat cabul selama empat tahun.
"Dugaan ini masih sedang didalami dari saksi dan alat bukti," terang dia.
Yury menegaskan, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengetahui apakah ada korban lain.
"Perkara ini akan terus kami kembangkan, apakah ada korban-korban lain," ujarnya.
Atas perbuatannya, HI dijerat Pasal 81 Ayat 1 dan Ayat 2 dan atau Pasal 82 jo 76 D dan atau Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Baru Nikah Empat Bulan, Wanita di Surabaya Pergoki Suami Gauli Adiknya di Kamar Mandi dan di Kompas.com dengan judul "Guru SD Akui Cabuli 10 Muridnya", 
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Serambi Indonesia
Lihat Juga