Harga bitcoin sempat ambles, Bitmain gagal IPO di Hong Kong Harga bitcoin sempat ambles, Bitmain gagal IPO di Hong Kong - mizipediacom mizipediacom: Harga bitcoin sempat ambles, Bitmain gagal IPO di Hong Kong

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Harga bitcoin sempat ambles, Bitmain gagal IPO di Hong Kong

Sunday, August 11, 2019




Micree Zhan mengalami tahun yang sulit. Setelah sempat merasakan kesuksesan dari proses penambangan Bitcoin, bisnis Bitmain perusahaan yang ia dirikan perlahan-lahan anjlok. 

Proses IPO di bursa Hong Kong juga terhenti karena otoritas masih ragu dengan bisnis mata uang kripto ini. Zhan mundur dari tampuk pimpinan dan memutuskan menjadi direksi. Kini ia masih terus menjalani bisnis mata uang kripto, sembari menunggu kebangkitan bisnis ini.

Tak ada bisnis yang tanpa ada risiko. Begitu juga bagi Micree Zhan saat menjalankan bisnis di bidang usaha cryptocurrency.
Sejak awal mendirikan Bitmain Technologies Ltd, pria berusia 40 tahun ini pastinya telah memiliki perhitungan matang. Namun bisnis menambang bitcoin tergolong baru dan resikonya belum dapat terpetakan secara rigid.

Hal ini yang dirasakan Zhan saat menjalankan bisnis uang kripto. Mata uang kripto memang sempat merasakan masa keemasan dengan harga yang menjulang tingg. Namun reputasi mata uang kripto telah dilanda kekhawatiran volatilitas harga serta peretasan profil tinggi dan kegagalan infrastruktur mewarnai bisnis ini.

Zhan bersama rekannya Jiyan Wu merencanakan mengubah Bitmain Tech menjadi perusahaan terbuka pada tahun 2018. Namun permohonan penawaran saham perdana atau inital public offering (IPO) ke bursa Hong Kong harus mentok. Otoritas bursa Hong Kong tampaknya masih ragu dengan bisnis uang kripto.

Salah satu yang menjadi pertimbangan bursa Hong Kong adalah fluktuasi harga uang kripto yang naik dan turun. Tahun 2018 harga Bitcoin memang sempat turun drastis.

Harga Bitcoin sempat dalam tren penurunan sejak Mei 2018 dan uang Kripto tahun lalu sempat di bawah US$ 4.000, mengalami koreksi hingga 80% dari puncak tertinggi sepanjang masa. Kapitalisasi pasarnya merosot dari US$ 327 miliar menjadi US$ 66 miliar selama 12 bulan terakhir pada Januari 2019.

Penurunan harga kripto ini terlihat dari pembaruan laporan keuangan yang Bitmain ke otoritas bursa Hong Kong. Perusahaan yang berbasis di Beijing ini mengajukan laporan keuangan terbaru pada Februari 2019.

Dalam laporan terbaru perusahaan mencatatkan laba sebesar US$ 500 juta dengan pendapatan sebesar US$ 3 miliar. Padahal kuartal II-2018, Bitcman mencatatkan laba US$ 1 miliar.

Di kala itu perwakilan Bitmain membantah soal adanya laporan keuangan terbaru tersebut. Namun Zhan tak lama kemudian mengurangi jumlah karyawan sebanyak 1.700 orang. Zhan juga menutup beberapa bisnis di negara lain.

Zhan juga sempat tertangkap kamera menangis bersama dengan Jihan Wu. Foto itu sempat viral di dunia maya. Tak lama kemudian, Zhan dan Wu mundur dari tampuk pimpinan dan memutuskan hanya menjadi direksi saja.

Forbes mencatat pada tahun 2018 Zhan masih memiliki saham 36,58% di perusahaan Btmain Tech. Sementara saham Jihan Wu memegang 20,5%.

Kelanjutan IPO Bitmain di Hong Kong juga berhenti. Karena masa pengajuan sudah kadaluarsa. Ada tiga perusahaan yang bisnis utamanya mata uang kripto harus merelakan permohonan melantai bursa harus tak diterima otoritas bursa Hong Kong.

Dalam pernyataan resminya, Bitmain memang mengakui kalau bisnis mata uang kripto masih terlalu muda untuk melantai di bursa. Namun Bitmain yakin suatu saat nanti, industri bitcoin akan bisa diterima oleh investor bursa.

Sepak terjang Zhan memang patut diacungi jempol. Walau kini bisnisnya sedang dirundung masalah, Zhang tetap masih tercatat sebagai miliarder.

Forbes mencatat kekayaan Zhan senilai US$ 5,2 miliar. Nilai itu mengantarkan Zhan menempati peringkat ke-72 orang terkaya di China versi Forbes.

Perusahaan milik Zhan merupakan salah satu raksasa penambang bitcoin di China. Sejak 2013, mereka telah mengembangkan diri menjadi salah satu pengembang teknologi tambang bitcoin.

Bitmain dikenal sebagai pengembang chip sirkuit khusus aplikasi yang berguna untuk proses tambang Bitcoin.
(Bersambung)
Editor: Tri Adi
Sumber: contan.co.id
Lihat Juga