Ini Alasan Kenapa Driver Masih Mangkal di Pinggir Jalan, Walau Sudah Ada Grab Lounge Ini Alasan Kenapa Driver Masih Mangkal di Pinggir Jalan, Walau Sudah Ada Grab Lounge - mizipediacom mizipediacom: Ini Alasan Kenapa Driver Masih Mangkal di Pinggir Jalan, Walau Sudah Ada Grab Lounge

Iklan Semua Halaman

Ini Alasan Kenapa Driver Masih Mangkal di Pinggir Jalan, Walau Sudah Ada Grab Lounge

Monday, 19 August 2019


loading...
Grab Lounge di dekat Terminal Purabaya, Sidoarjo (By Latifa Alfira Ulya, )
Saat ini Grab sudah membangun tempat khusus untuk mitra dan pelanggannya di Jalan Letjen Sutoyo, atau sebelah barat pintu masuk Terminal Purabaya, Sidoarjo.
Namun, tempat yang disebut Grab Lounge itu ternyata belum juga diminati pelanggan maupun driver Grab.
Melansir dari Suryamalang.com, di GrabLounge tersebut sudah dilengkapi kedai kopi dan tempat duduk yang nyaman lho.
Nyatanya, para driver masih saja memenuhi jalanan sekitar Terminal Purabaya.
Biasanya mereka mangkal di dekat halte bus seberang pintu keluar bus kota.
Mereka mengaku keberatan dengan menjadi member di Grab Lounge karena berbayar.
Biayanya sebesar Rp 50 ribu per tiga bulan untuk driver GrabBike.
Sementara driver GrabCar harus membayar Rp 100 ribu per bulan.
Dahlan, salah satu petugas di Grab Lounge masih enggan memberikan penjelasan terkait sepinya pool resmi Grab ini.
"Sebaiknya jangan saya yang memberi keterangan. Ada yang lebih berhak memberi keterangan. Termasuk berapa sebenarnya member Grab Lounge setelah dilaunching beberapa hari lalu," ujarnya.
Sebenarnya, keberadaan Grab Lounge di dekat Terminal Purabaya tidak saja membantu driver dan calon penumpang dipertemukan di tempat yang nyaman.
Lebih dari itu, kehadiran Grab Lounge ini sebenarnya bisa mengurangi kemacetan di sekitar Terminal Purabaya, karena banyak driver ojol yang mangkal dan memenuhi jalan.
Namun tidak semua driver keberatan untung menjadi member Grab Lounge.
Yadi, salah satu driver GrabCar mengaku senang dengan adanya fasilitas yang nyaman di Grab Lounge.
"Bayar member saja keberatan. Bayangkan kalau setiap kencing Rp 2.000, tapi di lounge ini gratis," kata Yadi.
Ia mengaku merasa nyaman dan bisa fokus melayani penumpang.
Selain itu, ia dan rekan-rekannya yang sudah menjadi member juga tidak lagi takut ditilang karena parkir sembarangan di jalan umum.
"Rekan-rekan mungkin masih mikir besaran nominal tapi tidak berpikir manfaatnya. Kalau saya dan teman yang di sini nyaman tak lagi kucing-kucingan dengan petugas. Saya juga bisa melepas capek di lounge ini," paparnya.
Baca Juga

loading...