Jenazah Bule Spanyol yang Kena Baling-baling Boat di Sabang Belum Dibawa Pulang Jenazah Bule Spanyol yang Kena Baling-baling Boat di Sabang Belum Dibawa Pulang - mizipediacom mizipediacom: Jenazah Bule Spanyol yang Kena Baling-baling Boat di Sabang Belum Dibawa Pulang

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Jenazah Bule Spanyol yang Kena Baling-baling Boat di Sabang Belum Dibawa Pulang

Saturday, 24 August 2019



Laporan Subur Dani | Banda Aceh
BANDA ACEH - Hingga saat ini, jenazah Francisco Javier Garcia (53), warga negara Spanyol yang meninggal dunia karena terkena baling-baling boat di Sabang, masih berada di Rumah Sakit Umum (RSU) Sabang.
Informasi yang dihimpun Serambinews.com, jenazah bule Spanyol ini sudah dibalsem atau diawetkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Sabang.
Pihak rumah sakit, menurut keterangan Kasi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, Imigrasi Kelas II Sabang, Said Azhar, mengawetkan jenazah tersebut untuk durasi lima hari ke depan.
"Jenazahnya masih di Rumah Sakit Umum Sabang, jenazah sudah dibalsem, katanya untuk tahan sampai lima hari ke depan," kata Said Azhar.
Lantas, mengapa jenazah Francisco Javier Garcia belum dibawa pulang ke negara asalnya?
Menurut Said Azhar, keluarga Francisco saat ini sudah berangkat untuk pulang ke negara asalnya, guna mengurus sesuatu dan lain hal untuk pemulangan jenazah Francisco.
"Keluarganya, istri dan anaknya sudah pulang ke Spanyol untuk mengurus asuransi pemulangan jenazah," kata Said.
Menurutnya, keluarga Francisco sudah berangkat sejak pagi tadi menggunakan kapal pagi dari Pelabuhan Sabang.
" Sepertinya sudah berangkat, memang kita nggak lihat apa mereka sudah berangkat apa belum. Tapi nampaknya mereka memang buru-buru pulang ke negara Spanyol untuk pengurusan asuransi," pungkas Said.
Seperti diberitakan sebelumnya, Francisco Javier Garcia (53) bule asal Spanyol meninggal dunia setelah terkena baling-baling boat yang dikemudikan oleh Muchtar (39) warga Jurong Cot Damar Gampong Paya Seunara, Kecamatan Sukakarya Sabang.
Boat menabrak tubuh warga negara asing tersebut, yang dilaporkan sedang snorkeling (menyelam di permukaan) di kawasan wisata Iboih, Kamis (22/8/2019) sore.
Pada saat itu Muchtar, seorang pengemudi boat wisata, menerima telpon dari tamu yang menginap di penginapan Iboih Inn.
Di dalam pembicaraan via telepon itu, tamu tersebut sudah menunggu di Dermaga Teupin Layeu, Iboih.
Di dalam perjalanan menuju Dermaga Teupin Layeu, tepatnya di antara penginapan Olala dan Mr Bean, boat yang dikemudikan Muchtar menabrak sesuatu.
Begitu dipastikan, ternyata boat Muchtar menabrak Francisco Javier Garcia, yang sedang snorkeling.
Melihat kejadian tersebut, Muchtar mencoba menolong korban yang sudah dalam kondisi berdarah.
Tapi, karena Muchtar seorang diri, sehingga tidak sanggup mengangkat tubuh warga negara Spanyol itu.
Muchtar meminta bantuan kepada Rajab yang kebetulan sedang melintas di kawasan itu.
Kemudian keduanya mengangkat tubuh korban dan dibawa ke daratan tepatnya di depan penyedia jasa alat diving Rubiah tirta untuk meminta pertolongan kepada orang lain.
Akan tetapi tempat tersebut tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga mereka kembali membawa korban ke Dermaga Teupin Layeu.
Pada saat tiba di Dermaga Teupin Layeu, menurut sumber Serambinews.com, korban coba diberikan pertolongan pertama oleh warga negara asing lainnya.
Kebetulan ia seorang dokter sembari mereka menunggu ambulans untuk membawa korban ke Puskesmas Iboih.
Setelah sampai ambulans dari Puskesmas Iboih, korban langsung dimasukkan ke ambulans untuk dibawa ke Puskesmas.
Tapi dalam perjalanan nyawa warga negera Spanyol ini tidak tertolong dan meninggal dunia. Diduga, karena kehabisan darah akibat luka yang dialami setelah terkena baling-baling boat yang dikendarai Muchtar.(*)
Penulis: Subur Dani
Editor: Jalimin
Sumber: Serambi Indonesia
Lihat Juga