kisah Pendaki Wanita Muda Ini Diganggu Mba Kunti hingga Ditemani Jenglot saat Naik Gunung Gede kisah Pendaki Wanita Muda Ini Diganggu Mba Kunti hingga Ditemani Jenglot saat Naik Gunung Gede - mizipediacom mizipediacom: kisah Pendaki Wanita Muda Ini Diganggu Mba Kunti hingga Ditemani Jenglot saat Naik Gunung Gede

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

kisah Pendaki Wanita Muda Ini Diganggu Mba Kunti hingga Ditemani Jenglot saat Naik Gunung Gede

Thursday, August 15, 2019




Rahasia lagi, pegunungan Indonesia selain menyimpan pesona kecantikan yang luar biasa. Sekaligus juga menyimpan misteri-misteri dan cerita mistis di dalamnya.

Maka dari itu, tidak jarang kita mendengar kisah para pendaki gunung yang diganggu oleh makhluk-makhluk bukan manusia, yang merupakan penghuni pegunungan tersebut. 

Seperti kisah seorang pendaki wanita muda satu ini, sebut saja namanya Dian. Dian diketahui belum lama ini baru saja usia mendaki salah satu gunung yang terkenal angker di Jawa Barat, Gunung Gede bersama teman-temannya.

Kepada Okezone, wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai jurnalis ini mau membeberkan kisah mistisnya ketika mendaki gunung Gede.

Awal kisah, Dian bercerita tidak ada hal-hal aneh yang terjadi selama perjalanan. Selama naik ke puncak gunung, semuanya berjalan lancar sesuai rencana. Hingga akhirnya tiba waktunya untuk turun gunung, di sinilah pengalaman mistisnya dimulai.

Sebelumnya, Dian menjelaskan untuk rute turun gunung, ia dan teman-temannya kala itu memilih track alias rute yang berbeda dari rute naik ke puncak. Untuk jalur turun, ia memilih lintas jalur dengan turun melalui rute Cibodas, melintasi puncak, dan menapaki pinggir kawah Gunung Gede.


Dalam keadaan lelah dan membawa tas carrier (tas peralatan naik gunung) yang lumayan berat, Dian berjalan menuju sebuah tempat yang disebut Tanjakan Setan, karena bentuknya yang sangat terjal. Dalam perjalanan, ia mengaku merasa diikuti dan diperdengarkan suara-suara aneh.

“Waktu itu masih siang, jalan ke Tanjakan Setan, gue ngerasa kok di belakang itu kayak diikutin mana ada suara bunyi-bunyi kresek pula. Tapi karena medannya terjal, di sini nyoba fokus banget lihat jalanan saja,” ungkap Dian, saat diwawancara Okezone.


Sampai akhirnya siang yang terang perlahan-lahan menjadi sore yang gelap. Kemudian Dian beserta rombongan akhirnya sampai di titik antara pos 5 dan basecamp. Di sini lah, Dian mengungkapkan ia diganggu oleh kuntilanak.

“Pas sampai di pos 5 ke basecamp, itu tempatnya bukan pohon-pohon rindang tapi semak-semak belukar dan penuh pohon bambu. Gue dengar jelas suara perempuan nangis, suaranya tuh tampak jauh dan kecil tapi gue dengar jelas. Awalnya mikir, ini gue yang halusinasi tapi gue tahu sebetulnya itu bukan suara orang,” imbuhnya.

Celakanya, teman-teman rombongan Dian memutuskan untuk beristirahat di lokasi tersebut. Walau sempat dilarang oleh Dian, sayangnya rombongan tetap memutuskan untuk beristirahat sejenak di situ.

Untungnya, tak lama kemudian Dian dan rombongan melanjutkan perjalanan dan bisa sampai di titik lokasi basecamp. Ketika sesampainya di basecamp, salah satu teman rombongan Dian baru mengaku bahwa sebetulnya ia juga mendengar suara tangis perempuan seperti yang Dian dengar.

Bahkan selain itu, sang teman tersebut mengungkapkan bahwa sebetulnya saat berjalan Dian ditemani oleh dua mahluk gaib.

“Teman bilang, kalau dia juga dengar suara tangisan lirih perempuan itu. Selain itu, menurut teman yang bisa “melihat”, sebenarnya pas di puncak itu ada dua makhluk gaib di sisi gue. Satu bentuknya harimau, dia berjalan di sisi gue. Satu lagi katanya sih kayak jenglot gitu. Kata teman, gue ada sesuatu yang dipikirkan,” imbuh Dian.


Ketika ditanya, bagaimana cara Dian mengatasi kondisi dirinya tengah diganggu makhluk halus di gunung. Dian menuturkan, kala itu tidak ada yang bisa ia lakukan selain memanjatkan doa, mengucap dzikir, dan tak berhenti bershawalat sembari mengontrol diri mencoba tidak berpikiran yang aneh-aneh.

Menariknya, walau telah mengalami kisah mistis, Dian mengaku tidak merasa kapok untuk kembali mendaki gunung. Malah ia sudah punya rencana untuk mendaki salah satu gunung paling angker di Indonesia, Gunung Lawu dalam waktu dekat ini.

“Baru ini ngalamin yang mistis begitu, tapi enggak kapok sih. Justru ketagihan, kan jadi pengalaman menarik. Malah ini sekitar Oktober atau November berencana mendaki Gunung Lawu, salah satu gunung paling menarik. Banyak adat-istiadat, dan ada warung tertinggi di Indonesia juga di situ,” pungkas Dian.
Lihat Juga