Masrul Aidi: Pemimpin Ingin Meliburkan Bandara Saat Idul Adha Masrul Aidi: Pemimpin Ingin Meliburkan Bandara Saat Idul Adha - mizipediacom mizipediacom: Masrul Aidi: Pemimpin Ingin Meliburkan Bandara Saat Idul Adha

Iklan Semua Halaman

Masrul Aidi: Pemimpin Ingin Meliburkan Bandara Saat Idul Adha

Sunday, 11 August 2019



loading...
Pimpinan Dayah Babul Maghfirah, Cot Keu Eung, Aceh Besar, Ustaz Masrul Aidi menjadi khatib Shalat Idul Adha 1440 Hijriyah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Minggu (11/8/2019). - SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
BANDA ACEH -Pimpinan Dayah Babul Maghfirah, Cot Keueung, Aceh Besar, Ustaz Masrul Aidi menjadi khatib Shalat Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Minggu (11/8/2019).
Dalam khutbahnya, Ustaz Masrul Aidi menyampaikan beberapa hal terkait Idul Adha dan kurban dengan judul “Idul Adha Momentum Tarbiyah Membentuk Pribadi Taat, Ikhlas, dan Peduli".
Ustaz Masrul Audi juga menyentil keinginan Bupati Aceh Besar yang menerbitkan imbauan agar Bandara Sultan Iskandar Muda tutup sementara saat Hari Raya Idul Adha.
" Orang Aceh tidak siap berkompromi. Ketika pemimpin berkeinginan, kita rakyat yang mencomooh. Contoh adalah ketika ada keinginan pemimpin agar tidak ada penerbangan di bandara kita (saat hari raya) rakyat kita mencemooh," kata Masrul Aidi.
Celakanya, kata Masrul Aidi, orang yang bercemooh adalah orang tidak naik pesawat.
"Padahal itu adalah keistimewaan kita Aceh," katanya.
Menurutnya, jangan membayangkan berhenti beroperasi penerbangan sementara di Aceh akan mengganggu rute internasional.
" Tidak. Bayangkan berapa indahnya ketika seluruh pegawai bandara Shalat Idul Adha berjamaah di bandara, suatu yang belum pernah mereka lakukan dalam beberapa tahun ini. Harusnya, segenap masyarakat mendukung bukan mencemooh," katanya.
Ustaz Masrul Aidi menjelaskan, bukankah Allah meminta untuk menaati pemimpin.
"Sesungguhnya hanya orang yang ditentukan Allah akan jadi pemimpin. Karena kepemimpinan adalah pilihan Allah," ulasnya.
Dalam khutbahnya, Masrul Aidi juga mengatakan, sebuah apresiasi ketika Aceh memberikan hari libur di saat provinsi tidak meliburkan hari raya Idul Adha.
"Harapan kita bersama agar di tahun depan diliburkan sampai hari tasyrik (4 hari). Apresiasi kepada pemimpin yang memberikan libur di dua hari ke depan," tuturnya.
Ustaz mengatakan, umat islam di Aceh sangat mengapresiasi itu. Tidak ada satu komponen masyarakat yang menggugat ketika ditambah libur Idul Adha.
"Semoga ke depan jadi qanun bukan lagi kepgub. Itu keistimewaan kita dan harus kita isi. Hari tasyrik sangat penting dalam Islam. 4 hari berturut-turut," jelasnya.(*)
Penulis: Subur Dani
Editor: Ansari Hasyim
Sumber: Serambi Indonesia
Baca Juga

loading...