Ojek Online Malaysia Yakin Bisa Bersaing dengan Gojek dan Grab di RI Ojek Online Malaysia Yakin Bisa Bersaing dengan Gojek dan Grab di RI - mizipediacom mizipediacom: Ojek Online Malaysia Yakin Bisa Bersaing dengan Gojek dan Grab di RI

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Ojek Online Malaysia Yakin Bisa Bersaing dengan Gojek dan Grab di RI

Tuesday, August 6, 2019



Ilustrasi persaingan Bitcar, Gojek dan Grab

Perusahaan ride hailing atau  asal Malaysia Bitcar diyakini bisa bersaing dengan dua pemain besar industri transportasi onlineGojek dan Grab. 

Chief Operational Officer (COO) Bitcar Christiansen Wagey mengatakan bila perusahaannya akan semaksimal mungkin melayani masyarakat meski industri transportasi online di Indonesia telah dikuasai dua perusahaan itu.

"Ini tantangan menarik, tapi kami yakini bahwa dukungan dari driver online dan masyarakat, Bitcar dapat eksis dan berkembang," kata Christiansen melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com pada pekan lalu.

Keberadaan sejumlah ojek online (ojol) di Indonesia mengalami pasang surut. Christiansen menyadari tidak sedikit perusahaan ojol yang pada akhirnya mengibarkan bendera putih seperti Topjek, Ladyjek, hingga Blujek.

Sesuai rencana, Bitcar baru akan memulai operasional sebagai penyedia taksi onlinepada pekan kedua Agustus 2019. Mereka yang mengelola Bitcar sebelumnya bekerja sebagai mitra atau pengemudi perusahaan online Grab maupun Gojek.

"Perusahaan ini (Bitcar) dari Malaysia, tapi untuk Indonesia diserahkan sepenuh kepada dan kawan-kawan untuk mengelola," ucap Christiansen.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Driver Online (ADO) yang juga menjadi mitra Bitcar mengaku tetap optimistis meski keberadaan Grab dan Gojek sudah cukup besar di Indonesia bahkan di antaranya menyandang status decacorn atau nilai valuasi startup lebih dari US$10 miliar.

Menurut dia Grab dan Gojek juga memulai bisnis dengan modal tak besar. Berkembangnya dua perusahaan tersebut dianggap karena kinerja mitra, yaitu taksi dan ojek online.

"Karena awalnya kedua aplikasi tersebut juga tidak memulai dengan modal awal yang besar, tapi karena driver online lah mereka sekarang bisa sukses," ucapnya.

Kendati begitu, Christiansen belum tertarik membahas nilai investasi awal Bitcar saat ini.

"Itu (investasi kami) rahasia perusahaan. Yang jelas kami masuk ke industri ini membawa konsep fun riding, fun driving. Kami ingin menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman, baik untuk pengguna maupun pengemudi," tutup Christiansen.
Sumber : cnnindonesia.com
Lihat Juga