Sebulan Pacari Istri Orang Bagus lalu Membunuhnya | Kapolsek Dikeroyok Bandar Narkoba Sebulan Pacari Istri Orang Bagus lalu Membunuhnya | Kapolsek Dikeroyok Bandar Narkoba - mizipediacom mizipediacom: Sebulan Pacari Istri Orang Bagus lalu Membunuhnya | Kapolsek Dikeroyok Bandar Narkoba

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Sebulan Pacari Istri Orang Bagus lalu Membunuhnya | Kapolsek Dikeroyok Bandar Narkoba

Sunday, August 11, 2019




Pelarian tersangka Bagus Putu Wijaya (33) yang membunuh Ni Putu Yuniarti (39), warga Banjar Lingkungan Kaje Serangan, Denpasar Selatan, di salah satu dipenginapan Teduh Ayu II Kamar No 8 Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar, Bali, pada Senin 5 Agustus 2019 sekitar pukul 21.30 Wita berakhir di Manado.

Setelah sempat buron selama tiga hari, Bagus ditangkap tim gabungan dari kepolisian seusai menemui istrinya di Manado.

Wakil Tim Resmob Polda Sulut AKP Sugeng Wahyudi Santoso mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku Bagus Putu Wijaya alias BPW, korban Ni Putu Yuniawati adalah wanita yang baru dipacarinya selama sebulan
Berita akhir perjalanan Bagus yang sebulan pacari istri orang lalu membunuhnya mendapat perhatian banyak pembaca.

Sementara itu, berita Kapolsek dikeroyok bandar narkoba saat pengerebekan juga menjadi perhatian pembaca.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar dikeroyok bandar narkoba hingga dirawat intensif di rumah sakit, Kamis (8/8/2019) sore.

Polsek Patumbak mendapat informasi soal maraknya peredaran narkoba di Jalan Karya Marindal I Gang Rukun.
Setelah itu, polisi melakukan penyelidikan pada Kamis sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar dan jajaran lalu menggerebek kampung narkoba di wilayah tersebut. Polisi pun menangkap tiga pengedar narkoba, yaitu U (49), K (30), dan S (29).

Berikut ini 5 berita populer nusantara selengkapnya:

1. Akhir perjalan Bagus yang pacari istri orang

Wakil Tim Resmob Polda Sulut AKP Sugeng Wahyudi Santoso mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku Bagus Putu Wijaya alias BPW, korban Ni Putu Yuniawati adalah wanita yang baru dipacarinya selama sebulan.

"Saya baru sebulan pacaran sama dia dan kemudian bertemu di penginapan Teduh Ayu, Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar, Bali," kata pelaku saat diambil keterangan oleh Wakil Tim Resmob, Jumat (9/8/2019).

"Kami kemudian bertengkar di dalam kamar dan korban menampar saya. Saya marah dan membekap serta menyumpal mulut korban hingga meninggal dunia,” katanya.

Mengincar mobil korban
Lanjut Sugeng, selain itu, pelaku ternyata juga mengincar mobil Toyota Avanza yang digunakan korban.
Usai membunuh korban, mobil dibawanya dan kemudian digadaikan.

“Uang hasil menggadai mobil digunakan pelaku untuk melarikan diri ke Manado,” ujarnya.
Malam itu, saat kejadian, lanjut Sugeng, pelaku masih bersembunyi di sekitar Bandara Ngurah Rai.

2. Kapolsek dikeroyok bandar narkoba


Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo mengatakan bahwa sebelum penganiayaan terjadi, Selasa (6/8/2019), Polsek Patumbak mendapat informasi soal maraknya peredaran narkoba di Jalan Karya Marindal I Gang Rukun.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar dan jajaran lalu menggerebek kampung narkoba di wilayah tersebut. Polisi pun menangkap tiga pengedar narkoba, yaitu U (49), K (30), dan S (29).

Setelah diamankan, ketiga tersangka diinterogasi petugas. Polisi lalu mendapatkan nama bandar besarnya.
"Mereka (ketiga tersangka) mengaku bahwa sabu yang dijual berasal dari bandar berinisial A," kata Raphael, Sabtu (10/8/2019).

Mendapat informasi itu, Ginanjar beserta anggota lantas melakukan pengembangan dan mencari rumah bandar besar berinisial A di Jalan Marindal I Pasar IV Gang Keluarga, Kecamatan Patumbak.

3. Tulis status bersukacita atas wafatnya mbah Moen


Seorang pemuda bernama Fulvian Daffa Umarela Wafi (20) ditangkap polisi, Jumat (9/8/2019), karena status di akun Facebook yang dinilai menghina almarhum KH Maimun Zubair atau Mbah Moen.

Pemuda asal Dusun Krajan, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu menuliskan status bersukacita atas wafatnya Mbah Moen di Mekkah pada Selasa (6/8/2019).

Bahkan, pemilik akun Facebook Ahmad Husein itu ditengarai membenturkan dua organisasi keagamaan, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Belakangan, postingan itu sudah dihapus.

Namun, warga NU yang tergabung dalam Santri Malang Raya melaporkannya ke Polres Malang Kota atas dasar ujaran kebencian melalui sarana elektronik.

Polisi langsung mengamankan pelaku setelah selesai memberikan klarifikasi di Kantor PCNU Kota Malang. Pelaku akan diperiksa selama 1x24 jam sebelum polisi menaikkan statusnya. Saat ini, pelaku masih berstatus terperiksa.

"Kebetulan malam ini terduga pelaku sudah diamankan terkait dengan ujaran kebencian. Setelah dari sini kami lakukan penyelidikan lebih mendalam. Terduga pelaku ini akan kami amankan di polres. Kami akan lakukan pemeriksaan intensif selama 1x24 jam," kata Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Jumat malam. 

4. Viral foto formulir pasien dengan 5 pilihan jenis kelamin


Foto formulir pasien baru Puskesmas Umbulharjo II, Kota Yogyakarta, yang berisi lima pilihan jenis kelamin beredar di media sosial. Kelima pilihan itu adalah laki-laki, perempuan, intersexed, transgendered, dan transexed.
Foto formulir itu pertama kali diunggah oleh Yuda Wicaksana Putra pada akun Facebook-nya.

"Hari Selasa lalu saya periksa. Saya belum pernah pakai BPJS, lalu periksa ke puskesmas," ujar Yuda dalam jumpa pers di Kantor Dinas Kominfo, Kota Yogyakarta, Jumat (9/7/2019).

Yuda menuturkan, saat itu dia datang ke Puskesmas Umbulharjo II, Kota Yogyakarta. Dia juga baru pertama kali memeriksakan diri di puskesmas tersebut.

Saat datang, dia lalu diminta mengisi formulir pasien baru Puskesmas Umbulharjo II. Istrinya lalu mengisi formulir yang diberikan.

"Di situ formulirnya saya foto, awal saya itu mau buat postingan cerita tentang sudah 10 tahun lebih kok baru sekarang mau pakai (BPJS)," katanya.

5. Tinggalkan istri dan 2 anak demi selingkuhan


Bambang Muldoko (41), pria asal Klaten diamankan aparat polisi karena melakukan aksi teror peledakan petasan di kediaman Sigit Purwanto, suami sah Rubiyem di kawasan Kecamatan Kalikotes, Klaten.

Aksi teror yang dilakukan Bambang sebanyak tiga kali, di hari yang berbeda. Saat beraksi, Bambang mengajak seorang teman tanpa memberi tahu rencana jahatnya.
Diketahui, aksi teror itu dipicu sakit hati berlatang belakang perselingkuhan. Pasalnya, Bambang telah meninggalkan istri dan dua anaknya di Jakarta demi memenuhi keinginan sang wanita selingkuhannya.

Pengorbanannya menjadi sia-sia setelah Rubiyem memutuskan untuk tak melanjutkan perselingkuhan tersebut dan memilih tetap tinggal bersama suami dan dua anaknya di Klaten.

"Dia (Rubiyem) pernah bilang pilih hidup dengan saya. Saya disuruh kembali ke Klaten. Tetapi kok sekarang dia rujuk lagi dengan suaminya. Padahal saya sudah mengakhiri hubungan dengan istri," ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (8/8/2019).

Sumber: KOMPAS.com (Candra Setia Budi, Caroline Damanik, Wijaya Kusuma, Andi Hartik)
Lihat Juga