Seorang Pria Membunuh Pedagang Es Campur di Aceh Utara Dihukum Seumur Hidup Seorang Pria Membunuh Pedagang Es Campur di Aceh Utara Dihukum Seumur Hidup - mizipediacom mizipediacom: Seorang Pria Membunuh Pedagang Es Campur di Aceh Utara Dihukum Seumur Hidup

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Seorang Pria Membunuh Pedagang Es Campur di Aceh Utara Dihukum Seumur Hidup

Wednesday, 7 August 2019



Musliadi alias Adi (26), warga Desa Matang Manyam Kecamatan Baktiya Aceh Utara yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan pedagang es campur, Jajuli (34) warga Desa Ujong Kulam Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, tertunduk lesu saat menjalani sidang pembacaan amar putusan, Rabu (7/8/2019) 
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
LHOKSUKON –Musliadi alias Adi (26), warga Desa Matang Manyam Kecamatan Baktiya Aceh Utara yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan pedagang es campur, Jajuli (34) warga Desa Ujong Kulam Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, tertunduk lesu saat menjalani sidang pembacaan amar putusan, Rabu (7/8/2019) sore.
Dalam kasus itu, terdakwa terlibat dalam pembunuhan bersama istri korban, Jamaliah alias Novi (30).
Namun, keduanya disidangkan secara terpisah.
Adi mulai menjalani sidang setelah dibuka Ketua Majelis Hakim, T Latiful SH didampingi dua hakim anggota Bob Rosman SH dan Maimunsyah SH pukul 15.35 WIB.
Sidang putusan dihadiri sejumlah pengunjung.
Terdakwa yang duduk di kursi pesakitan hanya menunduk sejak masuk ke ruang. Terdakwa didampingi pengacaranya, Taufik M Noer SH.
“Saudara terdakwa sehat? Dengarkan baik-baik ya materi amar putusan,” ujar Latiful.
Kemudian Latiful memulai membaca materi amar putusan bergantian dengan Bob Rosman SH.
Terdakwa dan Jamaliah sudah sepakat untuk membunuh Jajuli sepekan sebelum kejadian tersebut.
Jamaliah mengaku sering dimarahi oleh korban, sehingga membuat terdakwa Jamaliah menjadi geram.
Kemudian persoalan tersebut disampaikan Jamaliah kepada terdakwa.
Apalagi Jamaliah dan terdakwa sudah saling cinta dan keduanya berencana akan menikah setelah korban dibunuh.
Bahkan, keduanya juga sudah berkali-kali melakukan hubungan suami istri di rumah korban saat korban tak ada.
Dalam materi tersebut hakim juga menguraikan hal-hal yang meringankan bagi terdakwa.
Antara lain terdakwa berterus terang dalam sidang dan belum pernah dihukum.
Sedangkan hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan hilang nyawa orang yang sudah direncanakan dulu.
Perbuatan terdakwa juga sangat meresahkan masyarakat dan menimbulkan kesedihan yang berkepanjangan.
Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 340 KUHPidana Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, karena itu majelis hakim menghukum terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup. 
Usai mendengar materi amar putusan, itu hakim memberikan kesempatan kepada kedua untuk berkonsultasi dengan terdakwa.
" Kami pikir-pikir majelis,” ujar Taufik.
Hal serupa juga disampaikan jaksa.
Diberitakan sebelumnya, Jajuli ditemukan oleh istrinya tewas bersimbah darah dengan luka gorok di bagian leher, pada 15 September 2018 sekira pukul 02.30 WIB, di tempat tidur dalam kamarnya.
Sebelum kejadian itu, Jamaliah mengaku tertidur saat menidurkan anaknya dalam kamar lain.
Belakangan terungkap pelaku pembunuhan itu dilakukan Musliadi atas suruhan Jamaliah.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Ansari Hasyim
Sumber: Serambi Indonesia
Lihat Juga