VIRAL Uang Simpanannya Dimakan Rayap, Begini Nasibnya setelah Dibawa ke BI VIRAL Uang Simpanannya Dimakan Rayap, Begini Nasibnya setelah Dibawa ke BI - mizipediacom mizipediacom: VIRAL Uang Simpanannya Dimakan Rayap, Begini Nasibnya setelah Dibawa ke BI

Iklan Semua Halaman

VIRAL Uang Simpanannya Dimakan Rayap, Begini Nasibnya setelah Dibawa ke BI

Wednesday, 21 August 2019




loading...


Pengguna Twitter bernama Putri Buddin dengan akun @putribuddin membagikan permasalahannya di Twitter saat menemukan uangnya yang disimpan dalam lemari ternyata dimakan rayap.

Ia pun bertanya pada pengguna Twitter apakah uang-uang yang sudah rusak dimakan rayap itu bisa ditukar ke bank atau tidak.

"Niat hati biar ga boros, simpen uang di lemari, eh malah dimakan rayap
Sedi banget sumpaaa
Kalo kaya uangnya rusak separah ini bisa dituker ke bank ga si guys? Huhu," tulis @putribuddin pada 17 Agustus lalu.

Atas masukan dari netizen, Putri pun mencoba menukarkan uangnya ke Bank Indonesia (BI).

Putri menjelaskan uang yang ada di lemari berkisar Rp 10 jutaan.
Uang itu dipisah dalam 2 bundle.

Satu bundle sudah jadi sarang rayap sehingga langsung dibuang.
Sementara 1 bundle lagi, masih ada sekitar Rp 5,4 juta yang masih bisa dihitung.

Putri mencoba menukarkan uangnya ke Bank Indonesia pada Senin (19/8/2019).


Awalnya ia mengaku pesimis uangnya bisa ditukar.

"Atas saran temen-temen akhirnya tadi pagi gue pergi ke BI buat tuker uang gue."

"Gue udah pesimis banget, karena sebelumnya gue sempet baca di webnya, dan gue pesimis kalo uang gue bisa ditukar."

"Sampe di BI gue ambil nomor antrean, dan nunggu sampe nomor gue dipanggil," tulisnya.


Sesampainya di Bank Indonesia, Putri berkata ia menemui banyak orang yang punya tujuan yang sama dengannya, yaitu menukar uang.

Tetapi, kebanyakan orang yang menukar uang mereka yang sudah kusut atau pun uang recehan.

Tak ada yang menukar uang yang telah digigit rayap sepertinya.

Saat nomor antrian Putri dipanggil, ia mengeluarkan uangnya dengan hati-hati karena sudah parah dan rapuh.

"Pas nomor gue dipanggil, jujur bgt gue deg-degan.

Gue ngeluarin duitnya ati2 bgt krn udah serapuh dan separah itu.

Mas-mas yang ngelayanin gue mukanya sedih tp mau ketawa, gue juga gitu, ngerasa lucu tapi nyesek gitu lohh.

Tapi mas-masnya baik, ngebantu banget sih parah.," lanjutnya.


Putri dan petugas mengeluarkan uang dari plastik dan dipilih-pilih yang mana yang masih bisa diselamatkan dan mana yang tidak.

Uang yang mungkin masih bisa tertolong berjumlah sekitar Rp 5,4 juta.


Petugas bank memeriksa kondisi fisik uang-uang itu dengan alat.


Fungsi alat itu yaitu membaca kelayakan dan keutuhan uang secara fisik.

Uang yang bisa diganti harus memiliki keutuhan fisik sebesar minimal 67 persen.

Jadi, jika nomor seri uang itu hilang atau tidak lengkap, tapi keutuhannya masih di atas 67 persen, maka uang itu masih bisa diganti dengan yang baru.


Uang yang keutuhan fisiknya di bawah 67 persen, langsung dicap "Tidak diganti" oleh mesin.

Berikut video proses pengecekan fisik uangnya:


Uang yang kondisi fisiknya di atas 67 persen kemudian dipisahkan, dilem di atas kertas putih lalu digunting seperti ini:


Hasilnya, dari uang Rp 5,4 juta yang dibawa Putri ke BI, hanya Rp 1 juta saja yang bisa diselamatkan.

"Dari 5,4jt uang gue yang diganti oleh BI senilai Rp 1.050.000,00
Rayapnya laper bgt kayaknya fakla," tulis Putri.


Untuk uang yang tidak bisa diselamatkan, pertugas bank berkata pada Putri untuk menyimpannya saja sebagai kenang-kenangan.

"Ini uang yang “TIDAK DIGANTI” terus kata masnya disimpen aja buat kenang-kenangan.
Dimasukin ke dalem plastik dong.

Buat rayap-rayap lain yang laper lumayan."


Putri mendapatkan uang penggantinya dengan pecahan Rp 10 ribuan karena pecahan lain sudah habis.


Di akhir cuitannya, Putri mengucapkan terima kasih bagi netizen yang menyimak ceritanya dan semoga pengalamannya itu menjadi pelajaran bagi orang lain.

Penjelasan BI

Mengutip Kompas.com, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengungkapkan, uang yang tidak layak edar meliputi uang rusak, uang lusuh, uang cacat, dan yang telah dicabut serta ditarik dari peredaran.

"Bagi masyarakat yang memiliki uang tidak layak edar, berupa uang cacat atau uang rusak, dapat menukarkan uang tersebut dengan uang rupiah yang layak edar di Kantor Bank Indonesia setempat," ujar Onny kepada Kompas.com, Selasa (20/8/2019).

Selain itu, penukaran uang bisa dilakukan pada waktu kegiatan kas keliling BI atau di kantor pihak lain yang disetujui oleh pihak BI.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: sri juliati
Sumber: TribunSolo.com
Baca Juga

loading...