Bandar Narkoba Ditembak Mati Polisi, Istrinya Histeris Bandar Narkoba Ditembak Mati Polisi, Istrinya Histeris - mizipediacom mizipediacom: Bandar Narkoba Ditembak Mati Polisi, Istrinya Histeris

KATEGORI










LIVE TV
HOMEPAGE ARTIKEL SEDANG DALAM PERBAIKAN

Iklan Semua Halaman

Bandar Narkoba Ditembak Mati Polisi, Istrinya Histeris

Monday, 23 September 2019



Mobil yang dikendarai bandar narkoba masuk parit setelah kejar-kejaran dengan petugas BNNP Samarinda, Jumat (20/9/2019). - Kompas.com/ZAKARIAS DEMON DATON

SAMARINDA - Sebuah video yang memperlihatkan penangkapan bandar narkoba ditembak oleh polisi beredar luas.
Diketahui, aksi kejar-kejaran bandar narkoba oleh petugas BNN terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat (20/9/2019), pukul 15.40 WITA.
Aksi pengejaran bandar narkoba itu berujung tembakan dan mobil pelaku terperosok ke dalam parit.
Diketahui ada empat pelaku dalam mobil, yakni Wawan (35) dan istrinya, Ike Siringge (23), lalu Mike Riske (20) dan seorang pria yang telah melarikan diri.

Dikutip dari TribunWow.com, video detik-detik peringkusan pelaku tersebut diunggah di akun Facebook INFO KRIMINAL & LALU LINTAS (Nusantara), Sabtu (21/9/2019).
Dalam video berdurasi sekitar 1,5 menit itu memperlihatkan sebuah mobil Alya merah bernomor polisi KT 1971 RJ terjerembab di selokan.
Tampak petugas polisi yang tak mengenakan seragam meringkus pelaku yang berada di dalam mobil.
Dalam video itu terlihat Ike yang mengenakan baju kaos ungu di atas jembatan tengah merintih kesakitan.
Sementara Mike berbaring di bangku penumpang belakang mobil tersebut.
Lalu Wawan yang tak sadarkan diri di bangku pengemudi.
Petugas juga terdengar berteriak agar para pelaku segera diamankan terlebih dahulu.
"Amankan, amankan cepat," ujar seorang pria di antara sejumlah masyarakat yang menyaksikan.
Sedangkan Ike yang merintih kesakitan diseret oleh petugas agar segera menunjukkan tas berisi narkoba yang mereka incar.
"Yang mana?," tanya Ike ditarik mendekati mobil.
"Tas, tas," ujar petugas tergesa-gesa.
"Lempar, ke lampu merah," jawab Ike.
Petugas terlihat berlari meminta agar petugas lain segera menemukan barang bukti yang dilempar.
Ike juga terdengar histeris menangisi suaminya, Wawan yang tak bergerak.
"Wan, wan, kenapa begini Wan," tangis sang istri meraung-raung.
Sementara wanita lain yang ada di mobil juga terdengar berteriak histeris memanggil sebuah nama.
Di duga nama yang dipanggilnya merupakan pria yang kabur.
Dalam video yang lain terlihat pula tubuh Wawan telah diangkat di atas jembatan.
Sementara sejumlah warga kaget dengan adanya luka tembak di bagian kepala Wawan.
Kronologi Lengkap Kejar-kejaran Bandar Narkoba
Dikutip TribunWow.com dari TribunKaltim.co, Minggu (22/9/2019), kronologi bermula saat polisi mendengar informasi bandar yang akan mengambil narkoba di Samarinda untuk dibawa ke Sangata, Kabupaten Kutai Timur.
Para pelaku menggunakan mobil mobil pelat nomor KT 1971 RJ.
"Hari ini bermula saat kami mendapatkan informasi bahwa ada pergerakan peredaran barang, narkoba, memakai mobil Ayla merah," ujar Kabid Pemberantasan BNN Kaltim, AKBP Tampubolon.
AKBP Tampubolon menuturkan ada empat pelaku yakni Wawan (35) dan istrinya, Ike Siringge (23), lalu Mike Riske (20) dan kekasihnya yang melarikan diri.
Para petugas lantas mengawasi sejumlah titik.
"Pelaku diketahui sudah membawa barang narkotika, dan jajarn BNNP Kaltim yang telah tersebar di beberapa titik, yang sudah kami waspadai," tambahnya.
Disebutkan setelah masuk Samarinda, mobil yang ditumpangi empat pelaku ini mengelabui petugas dengan berkeliling kota sebanyak tiga kali.
Lalu pukul 15.30 WITA ada informasi telah ada transaksi dan petugas BNN, Bripka Effendy segera melakukan pengejaran dengan motor.
"Saat di Jalan Juanda, petugas melihat mobil yang dicurigai bawa narkoba," jelasnya.
Saat petugas melakukan pengejaran pelaku melarikan diri dengan mobil sewaan tersebut.
"Kami temukan di sekitar Jalan Juanda dan begitu kita lakukan penuntutan dan mencoba melakukan penghadangan ternyata dia berkelit dan melarikan diri," tuturnya.
Bahkan pelaku Wawan sempat meminta pelaku lain untuk membuang tas berisi narkoba di sekitaran bawah fly over.
Disebutkan oleh AKBP Tampubolon, di wilayah persimpangan Jl. AW Sjahranie dan Jl. PM Noor,
petugas telah memberikan peringatan agar pelaku menghentikan laju mobilnya.
Saat itu kaca mobil Wawan terbuka dan Bripka Effendy sempat mengarahkan pistol dan meminta berhenti.
Namun pelaku tak menggubris peringatan polisi dan terus melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
Bahkan pelaku yang sedang melajukan mobilnya berusaha merebut pistol dan melakukan penyerangan.
Wawan berusaha menarik pistol yang diarahkan Bripka Effendy.
Pergumulan itu terus terjadi dengan petugas yang mengendarai motor dengan pelaku yang mengendarai mobil.
Aksi menegangkan itu pun menjadi tontonan warga yang melintas.
Tindakan tegas pun dilakukan, Bripka Effendy melepaskan tembakan ke arah paha Wawan.
Namun peluru yang dilepaskan justru bersarang di kepala Wawan.
Mobil yang dikendarai pelaku terus melaju.
Bahkan saat berada di Jalan M Yamin, pelaku menabrak anggota BNNP yang lain membuat petugas terseret di jalan sekitar 3 meter lebih.
"Tembakan peringatan telah kita berikan, tapi tetap tidak diindahkan, bahkan pelaku menabrakan mobilnya ke anggota. Tindakan ini kita lakukan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku," tegas Haryoto.
Petugas pun menyerempet paksa mobil hingga oleng dan masuk ke parit.
"Setelah kejadian itu mobilnya nyungsep ke parit di simpang empat Sempaja," ujar Humas BNN Kaltim Haryoto, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Minggu (22/9/2019).
Wawan (35) dan istrinya, Ike Siringge (23), kemudian Mike Riske (20) segera ditangkap oleh petugas.
Sedangkan seorang lainnya melarikan diri.
Wawan juga segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda guna mendapat perawatan namun tak berhasil.
"Yang bersangkutan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit," ucap Humas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, Haryoto, Sabtu (21/9/2019), dikutip dari TribunKaltim.co.
Dari pelaku didapatkan barang bukti narkoba berupa 11 bungkus sabu dengan total berap 1009,43 Gram, dan 1 kantong ekstasi sebanyak 200 butir seberat 83,18 Gram.
Kesaksian Penumpang Mobil
Ike Siringge menceritakan kronologi bermula saat mereka ke Samarinda hingga berujung dikejar oleh petugas BNNP.
Ike merupakan wanita asal Sangatta, Kutai Timur yang telah menikah dengan Irwan alias Wawan (35) kurang lebih setahun.
Dikutip TribunWow.com dari TribunKaltim.co, Minggu (22/9/2019), Ike mengaku dirinya berangkat ke Samarinda bersama suami dan dua temannya, Mike Riski (20), serta seorang pria dengan niat untuk berjalan-jalan.
Ia tak mengetahui jika sang suami memiliki maksud lain dengan teman pria yang ada di mobil tersebut.
"Diajak ke Samarinda karena kan memang jarang ke sana. Jadi, saya ikut saja," ucap Ike, Sabtu (21/9/2019).
Saat itu mereka berangkat ke Samarinda pukul 08.00 WITA, Jumat (20/9/2019).
Disebutkannya, saat itu ia hanya tahu suaminya akan mangambil paket di sebuah ekspedisi.
Ketika sampai di Samarinda, ia mendengar ada yang menelepon untuk mengambil paket di kampus.
"Tidak jadi ke ekspedisi. Saat di perjalanan ada yang nelpon, nyuruh ke kampus. Alamat kampus itu saya tidak tahu, di sana agar mengambil paketan," tuturnya.
Sesaat setelah mengambil paket tersebut, ia menyadari ada seseorang yang mengejar mobil yang mereka tumpangi dengan motor.
Pengendara motor tersebut merupakan petugas BNNP, Bripka Effendy yang menargetkan pengejaran kepada Wawan.
"Setelah diambil dan dimasukan ke mobil, tidak lama kemudian yang ngejar kami pakai motor," ungkap Ika.
Ika yang mengaku tak tahu apapun ketakutan dan sembunyi di bawah kursi tengah.
Dirinya pun tidak mengetahu secara detail mengenai kejadian tersebut.
Namun, ia mengatakan sempat mendengar teman suaminya yang meminta Wawan tak berhenti mengemudikan laju mobilnya.
"Dia (pria yang masih jadi dalam pencarian) nyuruh agar tidak berhenti," imbuhnya.
Ia yang hanya menunduk ketakutan baru menyadari saat mobil yang dikemudikan suaminya terjun ke parit.
"Saya sembunyi saja, tahu-tahu mobil sudah masuk parit. Siapa yang kejar, dan ada apa yang terjadi saya tidak tahu," jelasnya.
Dirinya lantas menyadari bahwa Wawan telah tak sadarkan diri di bangku kemudi.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Video Bandar Narkoba Tertembak di Kepala saat Diringkus Polisi, Istri Histeris: Kenapa Jadi Begini?, https://jakarta.tribunnews.com/2019/09/22/video-bandar-narkoba-tertembak-di-kepala-saat-diringkus-polisi-istri-histeris-kenapa-jadi-begini?page=all.

Editor: Rr Dewi Kartika H
Lihat Juga