Diam-Diam 1 Pabrik China Pindah ke RI, Investornya Komplain Diam-Diam 1 Pabrik China Pindah ke RI, Investornya Komplain - mizipediacom mizipediacom: Diam-Diam 1 Pabrik China Pindah ke RI, Investornya Komplain

Iklan Semua Halaman

Diam-Diam 1 Pabrik China Pindah ke RI, Investornya Komplain

Friday, 20 September 2019




loading...
Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Jakarta -  Laporan Bank Dunia mengungkapkan pada 2018 dari 33 pabrik China yang relokasi ke luar China, sebanyak 23 pabrik relokasi ke Vietnam, sisanya ke Malaysia, Meksiko, dan lainnya. Sedangkan Indonesia satupun tak dilirik oleh investor China. Dilansir cnbcindonesia.com

Namun, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat punya klaim lain, ia menyampaikan ke Presiden Jokowi, sebenarnya ada satu perusahaan tekstil relokasi dari China ke Indonesia. Namun, sial yang terjadi, pihak investor komplain.

"Yang dikomplain Pak Jokowi dari 33, sebanyak 23 investasi merelokasi di Vietnam, itu ada satu masuk ke Indonesia dan mereka menyampaikan komplain mereka masalah tanah, harga tanah terlalu tinggi dan sebagainya," kata Ade menceritakan isi pertemuan tersebut di kantor API, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Menurut Ade, apa yang disampaikan terkait komplain itu sudah diterima Jokowi. "Beliau sangat mengerti hal tersebut," kata Ade.

Selain itu, Ade juga menyampaikan pengalaman kemudahan berinvestasi di Ethiopia dan India. Menurutnya kedua negara itu memberikan pelbagai insentif serta kecepatan pelayanan dalam memperoleh izin. Termasuk keberadaan industrial park yang menjadi kesatuan rantai pasok untuk memudahkan jalur logistik.

Pengalaman berinvestasi di Ethiopia sebelumnya dilakoni oleh CEO Busana Apparel Group, M Maniwen, yang juga pengusaha tekstil dan produk tekstil (TPT). Ia berekspansi ke negara Afrika itu lantaran upah buruh yang murah dibanding dengan Indonesia.

Ia juga pernah berencana membangun pabrik TPT di Vietnam. Ia mengakui keunggulan Vietnam dalam mempermudah calon investor.

"Kita datang ke sana, kita diberi tanah gratis, tetapi bayar bangunan dan sewa untuk jangka 15 atau 20 tahun," kata Maniwanen di sela-sela diskusi Penyelamatan Industri TPT Nasional di menara Kadin, Jakarta, Senin (9/9/2019). (hoi/hoi)
Baca Juga

loading...