Isu Perang Dagang AS-China, Trump Akan Naikkan Tarif Hingga 100% Isu Perang Dagang AS-China, Trump Akan Naikkan Tarif Hingga 100% - mizipediacom mizipediacom: Isu Perang Dagang AS-China, Trump Akan Naikkan Tarif Hingga 100%

Iklan Semua Halaman

Isu Perang Dagang AS-China, Trump Akan Naikkan Tarif Hingga 100%

Friday, 20 September 2019



loading...
Perang Dangan Cina vs Amerika Serikat. Foto Ilustrasi/Zerohedge

Pillsbury, yang sangat dekat dengan Presiden Donald Trump, mengatakan tarif yang berlaku saat ini masih rendah. Trump telah sangat sabar terhadap China di bidang perdagangan. Sebenarnya, kata dia, Trump bisa menaikkan tarif hingga 100%. Dilansir dari cnbcindonesia.com

"Apakah presiden memiliki opsi untuk meningkatkan perang dagang? Ya, tarif bisa dinaikkan lebih tinggi. Ini adalah tarif rendah, bisa naik mencapai 50% atau 100%," katanya, sebagaimana dilansir South China Morning Post.

Ia pun menambahkan bahwa para pengkritik Trump salah jika menganggap Trump hanya menggertak ketika mengancam perang dagang habis-habisan. Menurutnya Trump sangat serius, terutama soal perdagangan.

Pillsbury, yang juga adalah penulis buku The Hundred-Year Marathon sebuah buku berisi kritik pedas tentang China, pernah menyebut dalam bukunya bahwa selama seabad ini China memiliki rencana untuk merebut posisi AS sebagai negara adikuasa yang dominan di dunia melalui berbagai taktik. Ini termasuk pencurian teknologi.

"Saya percaya Presiden Trump menggunakan media sosial, terutama pada China, untuk menyampaikan pemikirannya... Fokusnya sering terungkap dalam tweet yang saya pikir semua orang harus menganggapnya sangat serius sebagai pernyataan presiden," kata pria yang juga Direktur Amerika dari Center on Chinese Strategy di Hudson Institute di Washington, yang dikabarkan kerap kali berdiskusi dengan Trump mengenai masalah-masalah China.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump kerap memposting di Twitter berita negatif tentang ekonomi China sebagai bukti bahwa tarif perdagangannya berfungsi. Namun, Pillsbury mengatakan itu bukan upaya Trump untuk melumpuhkan perdagangan AS-China.

Justru sebaliknya, itu tanda bahwa Trump ingin meningkatkan perdagangan untuk memperbaiki defisit. "Trump tidak ingin menciptakan perang dingin ke-2 atau penahanan. Meski potensi perpecahan dari dua ekonomi terbesar dunia akan menjadi konsekuensi dari tidak adanya kesepakatan oleh China," ungkapnya.

Pillsbury juga menyalahkan China atas macetnya pembicaraan dagang pada Mei lalu, ketika banyak pihak meyakini kesepakatan akan segera terjadi. Saat itu, China ingin menegosiasikan kembali draft kesepakatan setebal 150 halaman yang telah digarap kedua negara dari serangkaian pertemuan selama lebih dari setahun.

Dikatakannya ada perjanjian yang dibuat sekitar 150 halaman. Namun tiba-tiba, kata dia, China mengingkari dengan memasukkan beberapa pemain baru.

"Sangat dekat dan kemudian sesuatu yang misterius terjadi. China mengingkari," kata Pillsbury. "Namun, jika China kembali ke draft teks asli dan menggunakannya sebagai templat untuk pembicaraan, kami menuju kesuksesan yang sangat besar."

Para pejabat tinggi perdagangan dari kedua belah pihak akan memulai kembali perundingan mereka di Washington bulan depan. Sementara diskusi tingkat rendah untuk mempersiapkan landasan bagi pertemuan-pertemuan sedang berlangsung minggu ini.

Banyak yang percaya perjanjian kecil akan disepakati, di mana AS setuju untuk menunda tarif yang mulai berlaku pada 15 Oktober dan 15 Desember. Sebagai gantinya China setuju untuk membeli lebih banyak produk pertanian AS.
Baca Juga

loading...