Metformin Obat untuk Diabetes, digunakan Oleh Pengidap diabetes Tipe 2 Metformin Obat untuk Diabetes, digunakan Oleh Pengidap diabetes Tipe 2 - mizipediacom mizipediacom: Metformin Obat untuk Diabetes, digunakan Oleh Pengidap diabetes Tipe 2

KATEGORI










LIVE TV
HOMEPAGE ARTIKEL SEDANG DALAM PERBAIKAN

Iklan Semua Halaman

Metformin Obat untuk Diabetes, digunakan Oleh Pengidap diabetes Tipe 2

Monday, 23 September 2019




Metformin untuk diabetes adalah obat yang bekerja dengan cara mengontrol gula darah tinggi, tepatnya dengan membantu mengembalikan respon tubuh yang tepat terhadap insulin yang diproduksi secara natural. Obat ini biasanya digunakan oleh pengidap diabetes tipe 2. 
Mengonsumsi metformin untuk diabetes biasanya dilakukan sesuai instruksi dokter, umumnya 1–3 kali sehari dengan makanan. Perlu diingat untuk meminum banyak air saat sedang menjalani pengobatan diabetes dengan obat ini, kecuali dokter berkata lain.

Dosis Metformin untuk Diabetes

Sebagai obat diabetes, dosis metformin biasanya disesuaikan dengan kondisi medis setiap pengidap, fungsi ginjal, dan respon terhadap pengobatan. Dokter mungkin akan meminta pengidap untuk mengonsumsi obat ini dalam dosis rendah sebagai permulaan. Namun, dosisnya lambat laun akan ditingkatkan. Dokter juga akan menyesuaikan dosis sesuai dengan level gula darah untuk menemukan dosis yang paling tepat. 
Konsumsilah obat ini secara rutin sesuai anjuran dokter, untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Jangan lupa untuk mengonsumsinya di waktu yang sama setiap harinya. Jika sudah mengonsumsi obat antidiabetes lain (seperti chlorpropamide), ikuti anjuran dokter dengan saksama mengenai apakah kamu harus menghentikan atau melanjutkan obat yang lama sebelum memulai metformin. 
Penting juga untuk selalu memeriksa gula darah secara rutin sesuai anjuran dokter. Untuk melakukan pemeriksaan gula darah, kamu bisa manfaatkan layanan Pemeriksaan Lab dari Halodoc, lho. Cukup pilih layanan pemeriksaan kesehatan yang kamu butuhkan lewat aplikasi, tentukan tanggal, dan petugas labnya akan datang ke tempatmu.

Efek Samping Penggunaan Metformin

Efek samping penggunaan metformin yang tergolong ringan adalah:
  • Sakit kepala atau nyeri otot.
  • Merasa lemah.
  • Mual-mual ringan, muntah, diare, buang angin, sakit perut.
Pada beberapa kasus, metformin dapat menimbulkan lactic acidosis, atau penumpukan asam laktik dalam tubuh yang bisa berakibat fatal. Lactic acidosis dapat terjadi perlahan-lahan, kemudian memburuk seiring dengan waktu. Cari bantuan medis segera jika kamu mengalami gejala lactic acidosis, seperti:
  • Nyeri otot atau merasa lemas.
  • Mati rasa atau perasaan dingin di tangan dan kaki.
  • Kesulitan bernapas.
  • Merasa pusing, kepala berputar, lelah, dan sangat lemah.
  • Sakit perut dan mual disertai muntah.
  • Detak jantung lambat atau tidak teratur.
Hubungi dokter segera jika kamu mengalami gejala yang lebih parah, seperti:
  • Napas pendek, bahkan setelah mencoba menarik napas panjang.
  • Pembengkakan atau kenaikan berat badan secara cepat.
  • Demam, menggigil, sakit badan, gejala flu.

Waspadai Juga Gejala Overdosis Metformin

Pada kasus gawat darurat atau overdosis metformin, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal, 118 atau 119, atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Gejala overdosis metformin bisa berupa tanda-tanda hypoglycemia dan gejala-gejala berikut:
  • Kelelahan yang luar biasa.
  • Merasa lemah.
  • Ketidaknyamanan.
  • Muntah.
  • Mual.
  • Sakit perut.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Napas yang dalam dan terengah-engah.
  • Napas pendek.
  • Pusing.
  • Kepala terasa ringan.
  • Detak jantung lebih lambat atau lebih cepat dari biasanya.
  • Kulit merona merah.
  • Nyeri otot.
  • Merasa dingin.
Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Metformin HCL.
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Metformin.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Metformin (Oral Route).
Sumber: halodoc.com
Lihat Juga