Satu Keluarga Beranggotakan 5 Orang Kompak Nyabu Bareng, Akhirnya Di Ciduk Petugas Satu Keluarga Beranggotakan 5 Orang Kompak Nyabu Bareng, Akhirnya Di Ciduk Petugas - mizipediacom mizipediacom: Satu Keluarga Beranggotakan 5 Orang Kompak Nyabu Bareng, Akhirnya Di Ciduk Petugas

KATEGORI










LIVE TV

Iklan Semua Halaman

Satu Keluarga Beranggotakan 5 Orang Kompak Nyabu Bareng, Akhirnya Di Ciduk Petugas

Sunday, 15 September 2019



Satu Keluarga Beranggotakan 5 Orang Kompak Nyabu Bareng, Diciduk saat Nongkrong di Rumah Kosong. Kelima pelaku berhasil diamankan petugas Satresnarkoba Polrestabes Medan, Minggu (15/9/2019). - Tribun Medan /Satnarkoba Polrestabes Medan

Satu Keluarga Beranggotakan 5 Orang Kompak Nyabu Bareng, Diciduk saat Nongkrong di Rumah Kosong.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan, berhasil membekuk lima orang tersangka pengedar dan pengguna sabu.
Namun berbeda dengan penangkapan sebelum-sebelumnya.
Kali ini petugas amankan lima orang pelaku yang berstatus keluarga.
Adapun identitas para pelaku yang berhasil dihimpun Tribun Medan yakni, Sartuni (55), Fadli (51) keduanya warga Jalan Masjid Taufiq, Kecamatan Medan Perjuangan.
Rahyani (36), Mulya Dewi (34) keduanya wanita warga Jalan Masjid Taufiq Gang Perwira dan Andi Chaniago warga Jalan Masjid Taufiq Gang Serasi.
Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo didampingi Wakasat Narkoba Kompol Pardamean Hutahaean mengatakan membenarkan ada penangkapan terhadap para pelaku narkoba.
"Penangkapan kali ini, merupakan tindaklanjut informasi masyarakat.
Di mana informasi tersebut mengatakan bahwa ada satu rumah kosong kerap dijadikan lapak transaksi narkoba," ujarnya, Minggu (15/9/2019).
Menurut pria berkacamata ini, kelima pelaku masih punya hubungan kekeluargaan yang sangat erat.
"Mereka ini sepupuan semua" katanya.
Petugas kemudian, sambung Raphael menindaklanjuti informasi tersebut dan bergerak menuju Jalan Masjid Taufiq.
Sesampainya di lokasi, petugas melihat lapak tersebut dijadikan lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta perjudian judi jackpot.
Petugas Satres Narkoba kemudian berkoordinasi dengan kepling setempat dan langsung menggerebek rumah yang menjadi Target Operasi (TO).
"Penangkapan tersebut berlangsung pada Jumat (24/8/2019) lalu, oleh Kanit II Idik AKP Rapi Pinakri bersama anggotanya," jelas Kasat Narkoba.
Di dalam rumah yang menjadi target pihak kepolisian, petugas mengamankan tiga orang pria dan dua orang wanita yang sedang asik bermain judi jackpot serta diduga menggunakan sabu.
Dari tangan tersangka Sartuni dan Fadli kami disita satu set bong, 5 buku tabungan dan 2 HP.
Sementara itu dari tangan tersangka Mulya Dewi dan Rahyani disita 1 plastik klip berisi sabu seberat 0,15 gram dan 1 HP," katanya.
Lebih lanjut dijelaskan AKBP Raphael, di lokasi yang sama petugas juga mengamankan Andi Chaniago yang merupakan TO petugas.
Saat digeledah, dari saku celana tersangka disita 2 plastil klip berisi sabu seberat 1,05 gram, 8 plastik klip kosong berukuran sedang, 3 plastik klip kosong berukuran kecil dan 1 pipet sendok.
Kini ke lima pelaku beserta barang bukti masih dilakukan proses pemeriksaan oleh petugas.
" Dari hasil interogasi, tersangka Andi Chaniago mengaku membeli barang haram itu dari N (DPO) seharga Rp 500 ribu dengan sistem kerja dengan," urainya.
Di mana Andi Chaniago, kata Kasat, terlebih dahulu membayar Rp 200 ribu, dan kekurangan Rp 300 ribu dicicil setelah barang bukti habis.
"Sementara para tersangka saat dilakukan tes urine positif mengandung narkoba," pungkasnya sembari menambahkan kasusnya masih dikembangkan.
Krisdayanti Ketahuan Nyabu di Kamar Sampai Anang Menjerit Histeris, Kisah Kelam Masa Muda KD
Pengalaman sebagai pecandu berat narkoba menjadi kisah kelam diva Indonesia, Krisdayanati.
Terbutakan akan popularitas, Krisdayanti tergoda mencoba narkoba yang akhirnya membuat dirinya terlena.
Narkoba hampir membuat kariernya hancur, namun Krisdayanti akhirnya bangkit berkat bantuan Anang Hermansyah.
Kala itu Krisdayanti masih berstatuskan istri dari Anang Hermansyah.
Popularitas mereka sedang meningkat dan dua anak mereka telah lahir.
Lewat buku Catatan Hati Krisdayanti My Life, My Secret, terbitan Gramedia, Krisdayanti menguak kisah Anang Hermansyah memergokinya memakai narkoba.
Anang Hermasyah mendapati istrinya menikmati shabu dalam kamar tidur.
Beruntung, Anang yang pernah menjadi santri di sebuah pondok pesantren di Jember, Jawa Timur dapat membantunya.
" PIKIRANKU terbang... Masalahku melayang... Kecemasanku hilang... Aku mengendus dan terus mengendus lagi. Aku mulai dikuasai gelinjang nikmat yang sangat asing tapi mengikat," tulisnya dalam buku Catatan Hati Krisdayanti My Life, My Secret, terbitan Gramedia.
Krisdayanti mengaku sekitar sebelas tahun lalu bergantung pada kenikmatan semu shabu untuk mengisi kehampaan hati dan pikiran di tengah melejitnya karier di dunia tarik suara.
"Herannya, karierku semakin membaik. Anang semakin melaju dengan kesibukannya di studio."
"Jadwal manggungku kian melimpah dengan honor yang sangat baik."
"Dan aku tetap memakai...shabu! Sungguh gila. Edan!," ujar Krisdayanti.
Selby, sang manajer, mulai mengingatkan Krisdayanti mengenai kebiasan buruk mengonsumsi shabu.
Kondisi kesehatan perempuan kelahiran 24 Mei 1975 itu mulai anjlok.
Kantong matanya menghitam, bibir kering, dan mata kuyu.
"Aku tak bisa menghentikan shabu! Sia-sia saja aku berharap sembuh dengan segera, karena sakauw telah meracuniku setiap hari, setiap detik," katanya.
Tak pelak, ia mulai berani membawa shabu ke rumahnya, terus membeli shabu dan menyiapkan bong. Yanti, panggilan akrab Krisdayanti, bahkan nekat memesan shabu kepada bandar narkoba untuk diantar ke rumahnya
"Itu (memesan shabu kepada bandar) lebih baik daripada aku menghubungi teman-teman pemakai. Tentu aku memanggil bandar jika Anang tidak ada di rumah," ungkapnya.
Transaksi berlangsung cepat di teras rumah, tak ada yang melihat dan tak ada yang curiga.
Namun kebiasaan memanggil bandar ke rumah itulah yang kemudian menguak tabir yang disimpan Yanti sehingga suaminya mengetahui.
Pada suatu siang, seorang bandar datang mengantar shabu pesanan Yanti. Rupanya sang bandar tak langsung pulang, tapi istirahat sebentar di ruang tamu sambil merokok
"Asbak di meja penuh dengan puntung rokok. Pikiranku terarah sepenuhnya pada shabu yang siap kunikmati. Mataku luput dari pemandangan puntung rokok di asbak," katanya.
Mendadak Anang pulang. Ia jadi terheran-heran karena di asbak banyak puntung rokok.
Kecurigaan membuncah. Menjawab pertanyaan suaminya, Krisdayanti secara serampangan mengatakan baru saja kerabat dekatnya datang.
Tetapi Anang tidak percaya begitu saja. Para pembantu rumah tangga hanya menggelengkan kepala ketika ditanya Anang apakah saudara dekat yang bernama Budi baru saja datang ke rumah itu.
Anang bertambah terperanjat ketika masuk kamar didapati Yanti sedang menikmati shabu.
"Anang menjerit histeris. Anang memelukku. Ia syok. Entah berapa lama ia menangis. Aku hanya meringkuk takut dan bersalah di pojok tempat tidur. Aku menangis," ujar KD.
Selanjutnya terjadi melodrama sepanjang malam.
"Malam itu kami tak bisa melepaskan pelukan dan terus menangis," kenang Yanti.
Anang juga memberitahu ibu Yanti dan Yuni Shara (kakak kandung KD) mengenai kecanduannya pada narkoba.
Setelah menenangkan diri beberapa hari, Anang membawa Yanti ke sebuah pondok pesantren di Jember, tempat dulu ia pernah menjadi santri. .
"Setiap hari aku salat dengan khusyuk, didoakan oleh para kiai dan melakoni hidup murni."
"Makan minum seadanya, bekerja, dan memperkuat keimanan. Sepanjang itulah Anang tak pernah pergi dari sisiku," katanya
Kiai di sebuah pesantren menggunakan terapi unik untuk membantu Krisdayanti. KD diminta tidur di atas batu di tengah alam terbuka.
"Berhari-hari aku tidur dalam kepungan rasa dingin yang menggigit di atas batu keras itu, ditemani Anang. Pagi-pagi, aku bangun dengan rasa segar yang tak pernah kurasakan," ungkap Yanti.
Peristiwa yang tak dapat dilupakannya, ketika bangun di pagi hari sejumlah warga setempat mengerumuni Yanti dan Anang, dengan wajah penasaran.
Ajaib, terapi unik itu, ditambah dialog dengan para kiai memulihkan kondisi KD dari kekosongan jiwa dan kecanduan narkoba.
"Anang membawaku pulang setelah yakin aku benar-benar telah terlepas dari narkoba."
"Kugenggam tangan Anang selama dalam pesawat. Alhamdulillah, aku mempunyai suami setegar dan sebaik dia," kata personel DIVA tersebut.
Setelah 13 tahun bersama , akhirnya pasangan ini bercerai secara agama pada bulan Agustus 2009. 
(mft/tribun-medan.com)



Lihat Juga