GrabCar dan Grabbike Dilengkapi Sekat Pelindung, Ini Aturan yang Harus Diikuti Ojol GrabCar dan Grabbike Dilengkapi Sekat Pelindung, Ini Aturan yang Harus Diikuti Ojol - mizipediacom mizipediacom: GrabCar dan Grabbike Dilengkapi Sekat Pelindung, Ini Aturan yang Harus Diikuti Ojol
loading...

KATEGORI


HIBURAN


  • RCTI












  • VIDEO

    Iklan Semua Halaman

    loading...

    GrabCar dan Grabbike Dilengkapi Sekat Pelindung, Ini Aturan yang Harus Diikuti Ojol

    p-lapak
    Friday, 5 June 2020


    Masuk ke new normal, Grab Indonesia membekali driver ojek dengan pelindung 

    Sebentar lagi PSBB Jakarta akan berakhir, maka dimulai new normal. Lalu bagaimana dengan kebijakan ojek online?
    Tak hanya pekerja kantoran dan industri, namun para ojek online (ojol) bersiap menghadapi penerapan New Normal atau Kenormalan Baru.
    Menghadapi fase new normal atau kenormalan baru, Grab membentuk driver GrabCar dan GrabBike Protect yang dilengkapi sekat pemisah penumpang dan mitra pengemudi.
    Regional Head of Operations Grab, Russell Cohen menyebutkan sekat pemisah plastik ini untuk meminimalisir kontak antara penumpang dan mitra pengemudi menghindari penularan Covid-19.
    "Selain iti untuk menunjang protokol kesehatan, kami juga mendistribusikan lebih dari 250 juta peralatan kebersihan kepada mitra pengemudi di seluruh Asia Tenggara," kata Russle dalam keterangannya, Rabu (3/6/2020).
    Menurut Russel, dengan adanya protokol baru ini pihaknya bersama mitra pengemudi mendorong perilaku bersok yang lebih baik sebelum melakukan perjelanan.
     "Untuk pemasangan sekat pemisah plastik, kami telah menyiapkan lebih dari 8 ribu untuk mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike," ucap Russel.
    Russel juga menyebutkan, Grab juga telah mendirikan lebih dari 40 stasiun sanitasi di Indonesia, termasuk 21 stasiun di Jakarta.
    Pada stasiun sanitasi ini, mitra pengemudi dapat membawa kendaraannya untuk disinfeksi.
    "Kami juga meningkatkan kebersihan, dengan meluncurkan dua fitur in-app terbaru, formulir deklarasi kesehatan dan kebersihan online serta fitur pengecekan masker via selfie di seluruh pasar Grab mulai akhir bulan Juni," kata Russel.

    Apabila ada salah satu pihak yang tidak menggunakan masker, lanjut Ruseel, penumpang atau mitra pengemudi dapat membatalkan pemesanan tanpa denda sebelum perjalanan dimulai.
    New Normal Ojek Online, Berikut Ini Protokol Kesehatan Ojol Terbaru 
    Diketahui, ada protokol kesehatan ojol terbaru dalam menghadapi penerapan New Normal di Indonesia nanti.
    Adanya protokol kesehatan terbaru ojol tersebut, mengingat pandemi virus corona atau Covid-19 berdampak kepada hampir seluruh sektor usaha.
    Tidak terkecuali bagi mereka yang berporfesi sebagai ojol.
    Pendapatan pengemudi ojol pun menurun drastis hingga 70 persen sampai 90 persen, menyusul hilangkannya fitur angkut penumpang dari aplikasi.
    Terkait hal ini, Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia secara cepat dan tanggap melakukan langkah-langkah prevensi sebagai antisipasi penularan Covid-19 pada pengemudi maupun penumpang jasa ojol.
    Untuk memasuki tahap baru pandemi Covid-19, Garda akan menerapkan ‘basic hygine’ bagi para pengemudi ojol maupun pengguna jasa ojol.
    “Menunggu berakhirnya PSBB wilayah, DKI Jakarta 4 Juni 2020, itupun apabila tidak diperpanjang, Garda telah menyiapkan tindakan preventif dalam menghadapi tahap baru The New Normal,” ujar Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia, Igun Wicksono kepada Kompas.com, Selasa (26/05/2020).
    Igun melanjutkan, “Di mana apabila ojol sudah diperbolehkan membawa penumpang, maka diharapkan penumpang mendapatkan layanan ojol yang bersih dan higiensi.

    Maka dari itu kami menerapkan ‘basic hygiene’.”
    Basic personal hygiene driver ojol ini berisikan;
    1. Driver ojol membawa sabun cair yang mengandung antiseptik untuk rajin mencuci tangan
    2. Driver ojol membersihkan diri (mandi) secara rutin menggunakan sabun antiseptik minimal dua kali sehari.
    3. Mencuci atribut ojol, masker, sarung tangan, dan pakaian setelah digunakan untuk kegiatan dengan menggunakan detergen atau jika perlu membawa disinfektan.
    4. Driver ojol membawa hand sanitizer untuk menjaga sterilisasi tangan.
    5. Menjaga kebersihan penampilan fisik. Sementara untuk penumpang, Igun mengatakan harus menggunakan masker dan membawa helm sendiri sebagai salah satu protokol yang diterbitkan oleh Garda.
    New Normal Bagi Pekerja Kantoran dan Industri
    Para pekerja kantoran dan industri wajib mengetahui soal protokol kesehatan melalui Panduan New Normal.
    Diketahui, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) nomor HK.01.07/ MENKES/328/2020.

    Keputusan tersebut, tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.
    KMK yang diterbitkan pada 20 Mei 2020 ini, berisi panduan pencegahan Covid-19 untuk tempat kerja dan pekerja selama masa PSBB hingga memasuki fase new normal usai PSBB.
    Dikutip dari lembar KMK, Senin (25/5/2020), terdapat panduan rinci bagi pekerja jika mereka kembali bekerja usai PSBB berakhir.
    Panduan itu terbagi menjadi saat perjalanan menuju tempat kerja, selama berada di tempat kerja dan saat kembali ke rumah.
    Saat menuju tempat kerja:
    1. Pekerja harus memastikan diri dalam kondisi sehat. Jika ada keluhan batuk, pilek, demam disarankan tetap tinggal di rumah.
    2. Selama perjalanan, pekerja diminta memakai masker.
    3. Sebisa mungkin tidak menggunakan transportasi umum. Jika terpaksa menggunakan transportasi umum, pekerja disarankan tetap menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter, tidak sering menyentuh fasilitas umum dan gunakan handsanitizer. Lalu, jika pekerja naik ojek online, disarankan untuk memakai helm milik sendiri (helm pribadi).
    4. Pembayaran transportasi umum disarankan memakai transaksi secara non tunai. Jika terpaksa memegang uang agar segera menggunakan handsanitizer sesudahnya.
    5. Selama perjalanan, upayak tidak menyentuh wajah atau mengucek mata dengan tangan atau gunakan tissue bersih jika terpaksa.
    Saat tiba dan berada di tempat kerja:
    1. Segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
    2. Upayakan menggunakan siku untuk membuka pintu dan menekan tombol lift. Diharapkan tidakberkerumun dan menjaga jarak di lift dengan posisi saling membelakangi.
    3. Bersihkan meja/area kerja dengan desinfektan.
    4. Tidak sering menyentuh fasilitas/peralatan yang dipakai bersama di area kerja. Adapun jika telah menyentuh agar segera menggunakan handsanitizer.
    5. Jaga jarak dengan rekan kerja minimal 1 meter.
    6. Usahakan aliran udara dan sinar matahari masuk ke ruang kerja.
    7. Disiplin memakai masker dan membiasakan tidak berjabat tangan.
    Saat kembali ke rumah:
    1. Jangan bersentuhan dengan anggota keluarga sebelum membersihkan diri (mandi dan mengganti pakaian kerja).
    2. Disarankan agar segera mencuci pakaian dan masker dengan deterjen. Jika menggunakan masker sekali pakai, sebelum dibuang robek dan basahi dengan desinfektan agar tidak mencemari petugas pengelola sampah.
    3. Jika dirasa perlu bersihkan handphone, kacamata, tas dengan desinfektan.
    4. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi gizi seimbang, aktifitas fisik minimal 30 menit perhari, istirahat cukup (tidur minimal 7 jam), berjemur di pagi hari.
    5. Kebih berhati-hati apabila memiliki penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, gangguan paru dan gangguan ginjal atau kondisi
    immunocompromised/penyakit autoimun dan kehamilan.
    6. Upayakan penyakit degeneratif selalu dalam kondisi terkontrol.
    KMK untuk minimalisasi risiko Menurut Menkes Terawan, dalam situasi pandemi Covid-19 roda perekonomian harus tetap berjalan dengan mengedepankan langkah-langkah pencegahan.
    "(Pemilik) Usaha dan masyarakat pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan karena besarnya jumlah populasi pekerja dan besarnya mobilitas"
    "serta interaksi penduduk umumnya disebabkan aktifitas bekerja," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/5/2020).
    BTempat kerja, lanjut dia, merupakan titik interaksi dan berkumpulnya orang.
    "Sehingga ini merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi penularannya,” tutur Terawan.
    Dia menjelaskan, Peraturan Pemerintah nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) rangka percepatan penanganan Covid-19 telah menyatakan PSBB dilakukan salah satunya dengan meliburkan tempat kerja.
    Namun dunia kerja tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan, roda perekonomian harus tetap berjalan.
    “Untuk itu pasca pemberlakuan PSBB dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin"
    "Sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 atau New Normal,” lanjut Terawan
    Sehingga, kata dia, dengan menerapkan panduan dalam KMK ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko dan dampak pandemi Covid-19 pada tempat kerja.
    "Khususnya perkantoran dan industri, dimana terdapat potensi penularan akibat berkumpulnya banyak orang dalam satu lokasi,” tegas Terawan.
    Apa itu New Normal?
    Ramai diperbincangkan publik mengenai penerapan New Normal, apa itu New Normal?
    Terkait penjelasan lengkap New Normal, dibeberkan langsung oleh akun Instagram Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) @badanbahasakemendikbud.
    Bahkan, di akun Instagram Kemendikbud @kemdikbud.ri turut menjelaskan terkait padanan kata New Normal.
    Berikut penjelasan @badanbahasakemendikbud dan @kemdikbud.ri mengenai arti dalam bahasa Indonesia New Normal, Rabu (27/5/2020).
    "#KataKitaPekanIni untuk #SahabatBahasa dan #SahabatDikbud.
    #kenormalanbaru
    #newnormal
    #kkpi" tulis akun @badanbahasakemendikbud.
    akun @badanbahasakemendikbud.
    Sementara di akun Instagram Kemendibud menjelasan mengenai padanan Bahasa Indonesia Kenormalan Baru.
    "Tahukah #SahabatDikbud? Istilah "New Normal" memiliki padanan dalam bahasa Indonesia, yaitu "Kenormalan Baru".
    .
    Kenormalan baru menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud @badanbahasakemendikbud yaitu keadaan normal yang baru (belum pernah ada sebelumnya).
    .
    Berikut salah satu contoh penggunaannya dalam kalimat: Pandemi korona mengharuskan masyarakat beradaptasi dengan kenormalan baru, seperti menggunakan masker ketika keluar rumah, selalu mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik ketika berada di tempat yang ramai.
    .
    Yuk, kita terapkan kenormalan baru dalam keseharian kita di masa pandemi ini!
    .
    #MerdekaBelajar #SelasaBahasa" tulis akun @kemdikbud.ri.
    (Kompas.com/CC)
    Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sambut New Normal, Grab Distribusikan Sekat Pemisah Plastik Antara Penumpang dan Pengemudi, https://www.tribunnews.com/bisnis/2020/06/03/sambut-new-normal-grab-distribusikan-sekat-pemisah-plastik-antara-penumpang-dan-pengemudi.

    Penulis: Hari Darmawan
    Editor: Hendra Gunawan