Harga Emas, Senin 29 Juni 2020 Harga Emas, Senin 29 Juni 2020 - mizipediacom mizipediacom: Harga Emas, Senin 29 Juni 2020
loading...

KATEGORI


HIBURAN


  • RCTI












  • VIDEO

    Iklan Semua Halaman

    Harga Emas, Senin 29 Juni 2020

    mizipediacom
    Tuesday, 30 June 2020


    ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
    Dampak virus Covid-19 dan memanasnya tensi global masih menjadi faktor yang mendukung penguatan harga emas.

    Pada perdagangan Senin (29/6/2020) pukul 5.12 WIB, harga emas spot naik 0,15 persen ke level US$1.773,96 per troy ounce. Adapun, emas Comex kontrak Agustus 2020 meningkat 0,37 persen ke posisi US$1.786,8 per troy ounce. Adapun, indeks dolar AS meningkat 0,08 persen menjadi 97,512.

    Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Suabi menyatakan aset safe haven emas dan dolar diperkirakan tidak akan mampu menjaga kilaunya pada paruh kedua tahun ini. Optimisme pemulihan ekonomi pada periode tersebut akan membuat instrumen ini kehilangan daya tarik di mata investor.

    Namun dalam jangka pendek dia menilai masih ada peluang penguatan untuk emas. Pasalnya, tensi geopolitik dan perang dagang akan membawa komoditas itu terus menguat.

    Harga emas yang kini diperdagangkan pada kisaran US$1.780 per troy ounce diperkirakan akan menyentuh kisaran US$2.000 per troy ounce. Namun, setelah itu emas berpotensi kehilangan kilaunya.

    Dia memperkirakan Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan lebih berfokus kepada pemilihan umum di negara tersebut. Hal ini akan membuat perhatiannya terhadap perang dagang akan berkurang dan menjadi angin segar untuk ekonomi global. Sejalan dengan itu, maka harga emas akan menurun.

    Mengutip Bloomberg, emas menjadi komoditas yang menonjol dengan kenaikan sekitar 17 persen pada semester I/2020. Harga sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun, dan diperkirakan akan menambah keuntungan hingga akhir tahun.

    Krisis kesehatan global mendorong penguatan harga berkelanjutan ke tengah-tengah pelonggaran kuantitatif tak terbatas yang dipimpin oleh Federal Reserve. Kepemilikan exchange traded funds (ETF) mencatatkan dengan arus masuk bersih lebih dari 600 ton, melonjak dari 2019.

    Sementara permintaan investasi tetap kuat di tengah suku bunga riil AS yang negatif, konsumsi fisik telah berubah dan pemulihan diperkirakan lambat. Namun, ANZ Banking Group Ltd. 

    mengatakan harga mungkin mencapai rekor di atas US$1.900 per troy ounce di semester II/2020 dan Goldman Sachs Group Inc. memproyeksikan ke US$ 2.000 selama 12 bulan.

    Namun demikian, ada beberapa institusi yang melihat perkembangan emas melambat. Capital Economics Ltd. memprediksi harga emas mereda karena pasang surut permintaan, dan UBS Group AG skeptis terhadap langkah berkelanjutan menuju rekor tertinggi baru untuk saat ini.