Asteroid Raksasa Melaju Dekat dengan Bumi Asteroid Raksasa Melaju Dekat dengan Bumi - mizipediacom mizipediacom: Asteroid Raksasa Melaju Dekat dengan Bumi
loading...

KATEGORI


HIBURAN


  • RCTI












  • VIDEO

    Iklan Semua Halaman

    loading...

    Asteroid Raksasa Melaju Dekat dengan Bumi

    mizipediacom
    Saturday, 25 July 2020


    Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) mengatakan, asteroid raksasa kan melintasi Bumi hari Jumat (24/7/2020) setelah matahari terbenam.

    NASA mengatakan, benda langit yang dinamai Asteroid 2020 ND itu panjangnya sekitar 160-200 meter dan diameternya 120-160 meter.

    Berdasarkan pengamatan, asteroid 2020 ND hari ini berada di jarak 5.086.328 kilometer atau 15 kali jarak Bumi ke Bulan.

    Dilansir The Indian Express, Jumat (24/7/2020), asteroid 2020 ND melaju dalam kecepatan tinggi, 48.000 kilometer per jam.

    Berikut 6 fakta tentang asteroid 2020 ND yang perlu Anda ketahui:

    1. Tergolong berbahaya

    NASA mengatakan, asteroid 2020 ND tergolong berpotensi berbahaya atau potentially hazardous asteroid (PHA).

    Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) Rhorom Proyatikanto mengatakan, suatu asteroid dikatakan sebagai berpotensi berbahaya jika memiliki magnitudo mutlak kurang dari 22 atau perkiraan diameternya lebih besar dari 140 meter.

    Berdasarkan syarat tersebut dan perkiraan ukuran asteroid 2020 ND yang didapat para ilmuwan, maka benda langit itu dikategorikan PHA.

    2. Termasuk asteroid apollo

    Berdasarkan karakteristiknya, asteroid ini dikategorikan sebagai asteroid apollo.

    "Asteroid apollo itu punya periode orbit yang lebih dari satu tahun. Tapi dia punya potensi untuk memotong orbit Bumi," terang Rhorom.

    Kendati sudah diketahui asteroid 2020 ND merupakan jenis apolo, tapi para ahli belum mengetahui kandungan asteroid ini.

    "Secara fisik, sepertinya belum ada kategori yang spesifik. Apakah dia asteroid karbon atau asteroid metal, kita belum tahu persis karena memang pengamatan hingga saat ini masih terbatas," jelas Rhorom.

    3. Ukurannya 1,5 kali monas

    Berdasarkan tingkat keterangan yang dimodelkan, para ilmuwan dapat memprediksi ukuran suatu benda langit.

    Untuk asteroid 2020 ND, peneliti memperkirakan panjangnya 160-200 meter dengan diameter 120-160 meter.

    Ini artinya, asteroid itu 1,5 kali lebih panjang dibanding Monumen Nasional (Monas). Pasalnya, monumen peringatan yang ada di Gambir, Jakarta Pusat itu tingginya 132 meter.

    4. Sudah pernah mendekati Bumi dan akan kembali lagi

    Asteroid 2020 ND pertama kali berhasil diidentifikasi pada 19 Mei 2020 lalu.

    "Makanya nama identitasnya (asteroid) 2020 ND," kata Rhorom dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (24/7/2020).

    Namun berdasarkan pengamatan orbitnya, para ahli menemukan bahwa asteroid ini sudah pernah mendekati Bumi di tahun 2005.

    Rhorom pun memperkirakan, asteroid ini akan kembali dekat dengan Bumi di tahun 2035.

    Kepada Kompas.com, Rhorom mengatakan bahwa kita yang berada di Indonesia dapat melihat asteroid ini setelah matahari terbenam sampai sebelum matahari terbit esok hari.

    Dilihat dari posisinya, asteroid 2020 ND memiliki deklinasi -40 derajat. Artinya, asteroid tersebut kira-kira berada di atas 40 derajat lintang selatan.

    "Posisinya agak selatan, dekat dengan rasi sagitarius," kata Rhorom.

    Namun karena cahayanya sangat redup, kita tidak dapat melihatnya secara langsung.

    "Untuk mengamatinya, harus dengan alat bantu teleskop yang paling enggak ukurannya 20 sentimeter. Karena memang asteroid tersebut redup," imbuh dia.

    Rhorom pun menambahkan, fenomena ini tidak bisa dilihat dengan bantuan kamera DSLR.

    "Kamera DSLR juga kurang (dapat menangkap asteroid) kaena kebutuhan cermin atau lensanya 20 sentimeter, sementara pada kamera DSLR ukuran normal lensa kamera hanya sekitar 10 sentimeter atau di bawahnya," terangnya.

    Nah, bagi Anda yang memiliki teleskop di rumah dan ingin melihatnya, Rhorom mengatakan asteroid yang tampak akan seperti titik putih kecil yang sangat redup di antara bintang-bintang yang lebih terang.

    "Akan tetapi kalau kita bandingkan potret malam ini dengan kemarin malam dan besok malam, kita akan tahu asteroid bergerak di antara bintang-bintang. Terlihat perpindahannya," ucap dia.

    Editor: Gloria Setyvani Putri